Waisak Momentum Berbagi, Umat Buddha Kalteng Salurkan Bantuan untuk Penghuni Panti ODGJ
Palangka Raya-Spektroom: Semangat cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama mewarnai peringatan Hari Raya Waisak 2570 B.E./2026 M di Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan bakti sosial, umat Buddha bersama Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan paket sembako kepada penghuni Panti JAM Rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Kalteng, Partiyem, itu turut diikuti tiga Bhikshu serta sejumlah umat Buddha. Selain menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, rombongan juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para penghuni panti sebagai bentuk dukungan moral dan perhatian kemanusiaan.
Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran para Bhikshu dan umat Buddha disambut antusias oleh penghuni panti yang mendapatkan kesempatan untuk berbincang dan berbagi cerita.
Partiyem mengatakan, peringatan Waisak sejatinya tidak hanya diwujudkan melalui ritual keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.
"Kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2570 B.E. yang mengajarkan umat Buddha untuk menumbuhkan cinta kasih (mettā), welas asih (karuṇā), serta semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, panti rehabilitasi yang memberikan pelayanan kepada penyandang ODGJ merupakan lembaga sosial yang membutuhkan dukungan dan perhatian bersama. Karena itu, momentum Waisak dimanfaatkan untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus menunjukkan kepedulian kepada mereka yang tengah menjalani proses rehabilitasi.
"Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni panti. Meskipun nilainya tidak seberapa, kami berharap dapat menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis," katanya.
Lebih lanjut, Partiyem menegaskan bahwa ajaran Buddha mengajarkan penghormatan terhadap kehidupan dan martabat setiap manusia tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi yang dimiliki seseorang.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak umat Buddha untuk terus memperluas praktik kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian kepada sesama merupakan bagian penting dari ajaran Buddha yang harus terus dikembangkan demi terciptanya masyarakat yang damai dan sejahtera," lanjutnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para Bhikshu dan umat Buddha yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, semangat berbagi yang ditunjukkan menjadi cerminan nilai kebersamaan dan gotong royong yang terus tumbuh di tengah umat Buddha Kalimantan Tengah.
"Kami berterima kasih kepada para Bhikshu dan umat Buddha yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta rezekinya untuk berbagi dengan sesama. Semoga kebajikan yang dilakukan hari ini membawa manfaat bagi banyak pihak dan menjadi ladang kebaikan bagi kita semua," tuturnya.
Melalui momentum Waisak, umat Buddha Kalimantan Tengah berharap nilai-nilai cinta kasih, empati, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis, inklusif, dan sejahtera bagi semua. (Polin-Maturidi)