Wako Edi Kamtono: Komunitas Motor Punya Peran Penting dalam Aksi Kemanusiaan
Spektroom – Deru mesin motor yang memasuki kawasan pengungsian di Desa Sungai Ambawang Kuala, Kabupaten Kubu Raya, Kamis siang (01/01/2026) itu tak lagi sekadar bunyi kebisingan.
Puluhan anggota komunitas motor hadir membawa kepedulian di tengah sisa-sisa banjir yang melanda puluhan rumah warga, terutama anak-anak yang kini harus menjalani hari-hari di tenda pengungsian.
Agenda bertajuk “Motor-Motoran
1 % Peduli Bencana Brotherhood for Rescue and Disaster” tersebut melibatkan sekitar 80 komunitas motor dari Pontianak dan sekitarnya, dengan lebih dari 150 unit motor yang teregistrasi ikut dalam aktivitas sosial ini.
Mereka datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi juga menyumbangkan bantuan kemanusiaan berupa sembako, susu, alat tulis, popok, serta mainan edukatif untuk anak-anak terdampak bencana.
Ketua komunitas motor Edo mengatakan, aksi peduli bencana ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap kali terjadi musibah. Menurutnya, anak-anak menjadi prioritas karena mereka adalah kelompok paling rentan secara fisik dan psikologis.
“Kami ingin anak-anak tetap merasa diperhatikan. Senyum mereka adalah semangat bagi kami untuk terus bergerak,” katanya.
Di tengah kerumunan, Rafa (9) tampak memeluk tas kecil berisi buku gambar dan susu yang baru diterimanya. Wajah polosnya menebar senyum meski situasi masih penuh keterbatasan.
“Senang sekali ada abang-abang motor datang. Aku dapat buku gambar sama susu. Jadi nggak bosan di sini,” ucapnya penuh haru, mengundang senyum dari relawan dan warga sekitar.
Para bikers tak hanya membagikan bantuan. Mereka juga meluangkan waktu bermain dengan anak-anak, menggambar bersama, bahkan membantu membersihkan lumpur di sekitar lokasi pengungsian.
Kehadiran komunitas motor ini menjadi “warna” yang menghidupkan suasana di tengah kondisi yang berat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang hadir melepas rombongan di Pontianak beberapa hari sebelum aksi tersebut mengatakan bahwa keberadaan komunitas motor memiliki peran sosial yang penting, bukan sekadar identitas hobi semata.
Menurutnya, komunitas-komunitas ini ikut membantu pemerintah dalam menyosialisasikan nilai kemanusiaan dan menumbuhkan semangat kepedulian di tengah masyarakat.
“Keberadaan komunitas selain untuk persaudaraan dan silaturahmi, juga membantu Pemkot Pontianak untuk menyosialisasikan kebijakan dan selaras dengan visi Pontianak maju, sejahtera berwawasan lingkungan yang humanis.
Mudah-mudahan agenda ini terus mengingatkan kita untuk meningkatkan kebaikan dan persaudaraan,” ujar Edi usai melepas para bikers di halaman Museum Kalimantan Barat.
Bagi warga dan anak-anak terdampak, kehadiran komunitas motor menjadi bukti bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja.
Di balik jaket kulit dan helm yang mereka kenakan, tersimpan semangat kemanusiaan yang nyata: memberi harapan kepada sesama.