Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena: Bantuan Pangan Bukan Seremonial, Negara Harus Hadir di Tengah Rakyat
Ambon-Spektroom: Pemerintah Kota Ambon menegaskan penyaluran bantuan pangan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kebutuhan dasar dan daya beli masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat peluncuran penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Maluku, Halong, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).
“Ini bukan sekadar menyalurkan beras, tetapi memastikan seluruh masyarakat dapat memenuhi paling tidak kebutuhan dasar mereka dengan baik,” kata Bodewin.
Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah berkewajiban memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus mencegah kesulitan pangan berkembang menjadi persoalan sosial.
Bodewin mengatakan, Pemerintah Kota Ambon akan terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog dan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan pangan serta mengendalikan inflasi.
Ia juga meminta pemerintah desa, negeri dan kelurahan ikut mengawal proses distribusi sehingga bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Yang ingin kita pastikan melalui kegiatan hari ini adalah bantuan pangan benar-benar sampai kepada penerima manfaat yang berhak. Itulah tujuan utama dari kegiatan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Maluku Rudy Senawi Tahir mengungkapkan, penyaluran bantuan pangan periode Juli, Agustus dan September 2026 di Kota Ambon menyasar 25.383 keluarga penerima manfaat (KPM).
Setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan, sehingga total bantuan yang diterima setiap keluarga mencapai 30 kilogram selama tiga bulan. Secara keseluruhan, bantuan beras yang disalurkan mencapai 761.490 kilogram atau 761,49 ton.
Rudy memastikan seluruh beras yang disalurkan telah melalui pemeriksaan kualitas dan berat sesuai ketentuan. “Jadi, kami memastikan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat memiliki kualitas dan berat yang sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan, Rudy menyampaikan perkembangan positif pengadaan gabah dan beras Bulog di Maluku dan Maluku Utara. Hingga Juli 2026, pengadaan meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut didukung pemerintah daerah, jajaran pertanian, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan dan Babinsa.
Bulog menargetkan hingga Desember 2026 pengadaan tersebut terus meningkat hingga mencapai 20 kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Bodewin berharap sinergi pemerintah, Bulog dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar bantuan pangan tidak hanya tepat sasaran, tetapi benar-benar memberi dampak bagi kehidupan keluarga penerima manfaat. (EM)