Wamen PKP Dorong Konsep Hunian Sesuai Karakteristik Pesisir Serta Tatakota Yang Terencana

Wamen PKP Dorong Konsep Hunian Sesuai Karakteristik Pesisir Serta Tatakota Yang Terencana
Wamen PKP Fahri Hamzah saat meninjau Kampung Nelayan Muara Angke ( humas pkp )

Spektroom - Pentingnya konsep hunian yang sesuai dengan karakter kawasan pesisir.“Konsep rumah panggung bertingkat lebih memungkinkan diterapkan di kawasan ini. Selain lebih tertata, ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan dan akses lingkungan juga bisa diatur dengan lebih baik,” ujar Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah saat  meninjau kelanjutan penataan Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara,Jumat (30/2/2026).

Pembangunan kawasan pesisir harus tetap berpihak pada masyarakat yang telah lama hidup dan menggantungkan penghidupannya di wilayah tersebut.“Masyarakat pesisir tidak bisa dijauhkan dari ruang hidupnya. Rumah panggung menjadi solusi yang sesuai dengan karakter kawasan dan budaya pesisir Indonesia,” kata Fahri.

Penataan Kampung Nelayan Muara Angke perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi lintas sektor.“Penataan kawasan ini perlu dilakukan secara terpadu. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar dapat diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.

Keadaan Kampung Nelayan saat banjir ( humas pkp)

Penataan Kampung Nelayan Muara Angke diharapkan dapat menjadi model penataan kawasan pesisir yang tepat serta mendorong terwujudnya kesejahteraan nelayan melalui hunian yang layak, tertata, dan berkelanjutan.

Fahri juga mengatakan, pemerintah juga mendorong integrasi kebijakan perumahan dengan perencanaan tata kota guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk mendukung percepatan tersebut, pemerintah berencana membentuk Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat yang berperan mengintegrasikan sisi permintaan dan penawaran perumahan.

Fahri Hamzah inginkan kamlung nelayan secepatnya dibenahi ( humas pkp)

Di kawasan metropolitan yang berfokus kepada hunian vertikal yang berbasis TOD, kawasan padat penduduk dan kumuh, serta penyedian tempat tinggal di kawasan industri. Strategi difokuskan pada pengembangan hunian vertikal dan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sekitar simpul transportasi massal.

Fahri Hamzah optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Indonesia mampu mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan urbanisasi di masa depan.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti