Wamenhub: Perlu Terobosan Hukum Untuk Atasi Permasalahan Ojol

Wamenhub: Perlu Terobosan Hukum Untuk Atasi Permasalahan  Ojol

SPEKTROOM.ID-  Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengakui bahwa diperlukan adanya terobosan hukum untuk mengatasi sejumlah dinamika dan permasalahan terkait ojek daring/online (ojol).

“Disarankan agar Kementerian Perhubungan, nantinya bisa membuat satu terobosan hukum yang bisa dijadikan pedoman seperti yang telah dibuat sebelumnya,” kata Wamenhub ditemui usai Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin.(30/6/2025).

Lebih lanjut, Suntana mengatakan berdasarkan Raker bersama Komisi V DPR RI, memang diperlukan adanya undang-undang sebagai regulasi yang komprehensif demi memberikan solusi paling tepat bagi mitra pengemudi ojol, perusahaan jasa berbasis aplikasi (aplikator), pemerintah, hingga masyarakat sebagai pengguna jasa.

Namun, pembuatan undang-undang ia nilai memerlukan waktu yang panjang sebelum akhirnya diterbitkan dan disahkan.“Tadi  Ketua Komisi V DPR (Lasarus) menyampaikan harusnya ini masuk dalam undang-undang. Tapi, teman-teman juga tadi mendengar begitu beratnya menyusun undang-undang,” ucapnya.

Adapun beberapa masalah terkait ojol, disebutkan Wamenhub berada dalam lima tuntutan mitra pengemudi pada saat melakukan demo besar-besaran pada bulan Mei 2025. Oleh karena itu, Suntana mengatakan pihaknya bakal mengkaji lebih dalam masalah-masalah tersebut, termasuk soal besaran tarif, potongan kepada aplikasi, hingga adanya layanan “hemat” yang disebut hanya memberikan kompensasi kepada mitra sebesar Rp5.000 saja per pesanan.

“Nanti kita pelajari, itu (argo Rp5.000) juga salah satu dari beberapa masalah yang memang disampaikan oleh teman-teman mitra,” katanya. Wamenhub menilai perlu koordinasi lintas kementerian juga terkait kebijakan tarif hingga aspek keselamatan dan kesejahteraan mitra pengemudi.

“Kalau memang itu perlu dilakukan, akan kita lakukan. Tapi tentu saja, (untuk) mengubah aturan, kan, kita harus benar-benar pelajari dengan berbagai aspeknya. Tidak bisa sembarangan. Tapi sekali lagi saya tegaskan kita akan bergerak cepat untuk memenuhi tuntutan dari teman-teman mitra,” ujar Suntana.

Berita terkait

Lapas Perempuan Ternate Lakukan Panen Sayur Dukung Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Lapas Perempuan Ternate Lakukan Panen Sayur Dukung Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Ternate-Spektroom : Dalam mendukung Program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate melakukan panen sayur pada Lahan Ketahanan Pangan, Sabtu (9/5/2026). Panen sayur ini dilakukan Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina, bersama pejabat struktural, dan peserta magang yang turut serta melakukan panen hasil

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Pemprov Maluku Tegaskan Komitmen Perkuat Imunisasi Hingga Wilayah Terpencil dalam PID 2026 di Ambon

Pemprov Maluku Tegaskan Komitmen Perkuat Imunisasi Hingga Wilayah Terpencil dalam PID 2026 di Ambon

Ambon-Spektroom : Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan imunisasi hingga menjangkau wilayah terpencil dan terluar di Maluku melalui Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 PID mengusung tema “Bebas Penyakit, Maluku Hebat par Maluku pung Bae” serta slogan “Lindungi Diri, Lindungi Semua, Maluku Hebat” menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru