Webinar Orientasi SSK, Pastikan Gen-Z Siap Masuk Pendidikan Tinggi

Webinar Orientasi SSK, Pastikan Gen-Z Siap Masuk Pendidikan Tinggi
Foto Capture YouTube Kemendukbangga

Spektroom -  Direktorat Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukkan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN), Menggelar Webinar Orientasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) jenjang SMP, Selasa (21/10/2025).

Webinar tersebut sebagai upaya meningkatkan pemahaman pengetahuan, sikap dan perilaku Siswa/Siswi tentang pembangunan berwawasan kependudukan serta memperluas cakupan pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).


Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Kemendukbangga/BKKBN Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng.  mengatakan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukkan dan Keluarga Berencana (KemendukbanggBKKBN)  mempunyai program Sekolah Siaga Kependudukan. 


Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak Gen Z setingkat SMP,  untuk betul-betul siap masuk ke SMA dan melanjutkan ke  perguruan tinggi.

audio-thumbnail
Voice Deputi Dalduk
0:00
/60.882


"Mereka betul-betul siap menghindari berbagai macam hal yang mengancam masa depan mereka, yang ujung-ujungnya juga bisa mengancam masa depan bangsa ini." ujar Bonivasius Prasetya.

Sekolah Siaga Kependudukan ini, lanjut dia, tidak mengambil tupoksi dari Kementerian Dikdasmen. Justru  ini membantu, menguatkan kepala sekolah, guru SMP serta Dinas Pendidikan dan  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

"SSK ini saling menguatkan dan sangat membantu, agar masa depan anak-anak kita, terutama yang saat ini yang kita adakan webinar-nya di SMP, itu betul-betul menjadi masa depan yang baik bagi dirinya dan juga bagi bangsa ini.

Bonivasius Prasetya menambahkan, SSK  membantu Dinas Pendidikan dengan cara mengintegrasikan materi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana ke dalam pembelajaran di sekolah. 

Kalau dulu zaman saya dulu, yang namanya materi kependudukan itu hanya tabel-tabel, grafik-grafik. Nah, sekarang bukan itu. Tapi

"Bagaimana komunikasi, informasi, edukasi  terkait dengan kependudukan, pembangunan keluarga dan keluarga berencana, masuk menjadi bagian kehidupan yang menguatkan dan menyiapkan Siswa SMP untuk beranjak dewasa dan masuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi" pungkasnya.

Tidak Terlepas Dari Proses Demografi 


Senada dengan Bonivasius Prasetya Ichtiarto,  Direktur Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan, Direktorat Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN I Made Yudhistira Dwipayana,  dalam makalahnya "Membangun Generasi Muda Berwawasan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045" menyebutkan, Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu program strategis yang bisa diadopsi atau diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Sejatinya menyiapkan Generasi Emas dengan ciri-ciri Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, berbudaya, dan menguasai IPTEK tidak dapat dilakukan dengan mudah, upaya, intervensi, dan kolaborasi dibutuhkan agar semua pihak yang mengintervensi soal sumber daya manusia bisa bergotong royong untuk menyiapkan SDM mencapai kriteria Generasi Emas" terang Yudhistira.

Pembangunan atau dinamika kependudukan, lanjutannya, tidak terlepas dari proses demografi seperti kelahiran, kematian, perpindahan atau migrasi.


Dinamika kependudukan juga tidak terlepas dari proses sosial-ekonomi dan luaran dari sosial-ekonomi dan lingkungan.

Hal yang terkait dengan sosial-ekonomi dan lingkungan, lanjut Yudhistiraz meliputi konsumsi barang dan jasa, kesehatan, investasi, pemanfaatan pengelolaan sumber daya, tabungan, investasi, serta status kesehatan, pendidikan, dan lainnya dalam pembangunan kependudukan itu sendiri.

"Siklus pembangunan kependudukan ini akan terus bergerak dan saling mempengaruhi." pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс