Sekolah Kendawangan Ketapang Dapat Bantuan Komputer

Donasi Komputer

Sekolah Kendawangan Ketapang Dapat Bantuan Komputer
Suasana baru di Ruang belajar salah satu sekolah penerima bantuan Akses digital Sekolah di Ketapang. Foto : Dok Man 2 Ketapang.

Spektroom — Suasana di ruang komputer MAN 2 Ketapang sore itu berbeda. Beberapa siswa tampak antusias mencoba perangkat baru yang baru mereka dapatkan di meja mereka.

“Sekarang kami bisa belajar mengetik dan membuat tabel sendiri,” ujar Weni Aulia, Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Kendawangan, sambil tersenyum bangga. Kegembiraan dirasakan 13 sekolah di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) menyalurkan 51 unit komputer ke berbagai sekolah mulai jenjang SD hingga MAN pada 10–17 Oktober 2025.

Manajer CSR PT WHW, Ari Djanuar Prasetyo, menjelaskan, program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kemajuan pendidikan di sekitar wilayah operasional. “Kami ingin memastikan siswa di Kendawangan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi,” ujarnya, Jumat ( 31/20/2025)

Tak sekadar menyerahkan perangkat, WHW juga menggelar pelatihan dasar Microsoft Excel bagi para siswa. Selama 2 jam, peserta belajar langsung bersama karyawan WHW tentang cara mengolah data dan membuat laporan sederhana.

“Kami ingin manfaatnya berkelanjutan, tidak hanya dirasakan hari ini, tapi juga oleh generasi berikutnya,” tambah Ari.

Sekolah-sekolah penerima bantuan di antaranya MAN 2 Ketapang dan SMAN 1 Kendawangan yang masing-masing memperoleh 20 unit komputer, sementara sekolah lain seperti SMA Az-Zain, SMPN 1, SDN 15, dan beberapa madrasah menerima satu unit sesuai kebutuhan.

Ketua PGRI Kecamatan Kendawangan, Aliman Nuryadin, menyebut dukungan WHW sebagai langkah nyata memperkuat mutu pendidikan. “Bantuan komputer ini akan memperluas wawasan anak-anak agar mampu bersaing di era digital,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Muliyati, Kepala SDN 15 Kendawangan. Ia berharap program seperti ini terus berlanjut. “Anak-anak kami kini bisa belajar lebih interaktif. Ini langkah besar bagi sekolah kecil seperti kami,” katanya penuh haru.

Bagi WHW, program ini bukan sekadar donasi. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Bersama).

“Bagi kami, komputer bukan sekadar perangkat,” kata Ari menutup, “tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. Dari setiap klik yang dilakukan siswa, lahir harapan baru bagi Kendawangan.”

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс