Wisuda V Universitas Jember Catat Sejumlah Lulusan Dengan IPK 4,00

Emil Dardak mendorong perguruan tinggi seperti UNEJ beserta mahasiswanya untuk mengembangkan dan mengikuti beragam program kredensial.

Wisuda V Universitas Jember Catat Sejumlah Lulusan Dengan IPK 4,00
Wisudawan Jenjang Doktoral dan Magister Peraih Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi Periode V Tahun Akademik 2025/2026. (Foto: humas unej)

Spektroom - Wisuda Periode V Universitas Jember (UNEJ) di gedung Auditorium, Sabtu (22/11/1025) mencatat sejumlah wisudawan berpredikat cumlaude dari masing-masing jenjang pendidikan. Mereka menjadi representasi dedikasi, konsistensi, dan semangat belajar yang kuat hingga akhir studi.

Untuk Jenjang Doktor, prestasi tertinggi diraih oleh Dr. Zainur Rasyid Ridlo, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dengan perolehan IPK 4,00 lama studi 2 tahun 4 bulan 23 hari.

Pada Jenjang Magister, capaian terbaik ditorehkan oleh Moh. Abdul Rohman, S.Sos., M.M. dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang lulus dengan IPK 4,00 lama studi 1 tahun 9 bulan 29 hari.

Wisudawan Jenjang Sarjana dan Diploma Peraih Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi Periode V Tahun Akademik 2025/2026. (Foto: humas unej)

Di Jenjang Sarjana, predikat IPK tertinggi sekaligus di tingkat universitas diraih oleh M. Mulya Muchtar, S.Pd. dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dengan IPK 3,99 lama studi 3 tahun 11 bulan 1 hari.

Sementara itu, pada Jenjang Sarjana Terapan, IPK tertinggi diperoleh Audrey Indah Hariati, S.Tr.T. dari Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung, Fakultas Teknik, dengan IPK 3,91 lama studi 3 tahun 6 bulan 29 hari.

Jenjang Diploma Tiga mencatat nama Anggi Desita Aurelia Aidin, A.Md., Kep. dari Program Studi Keperawatan, Fakultas Keperawatan, sebagai lulusan terbaik dengan IPK 4,00 lama studi 2 tahun 10 bulan 13 hari.

Wisuda bulan November ini terasa spesial, karena digelar dalam suasana peringatan Dies Natalis ke 61 UNEJ. Lebih istimewa lagi saat 800 wisudawan mendapatkan pesan dari Wakil Gubernur Jawa Timur.

Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur memberikan pesan khusus kepada para wisudawan UNEJ. (Foto: humas unej)

Dalam pesan videonya, Emil Dardak mendorong perguruan tinggi seperti UNEJ beserta mahasiswanya untuk mengembangkan dan mengikuti beragam program kredensial.

Menurut Wagub, program kredensial adalah program yang memberikan pengakuan resmi atas keterampilan dan kompetensi spesifik, yang fokus pada peningkatan keahlian melalui short course di luar program studi utama.

Program kredensial mikro sangat relevan untuk dunia kerja yang cepat berubah, karena membantu mahasiswa memperoleh keterampilan praktis yang dibutuhkan industri.

Rektor UNEJ dalam pidato wisuda Periode V Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium UNEJ, Sabtu (22/11/2025). (Foto: humas unej)

Senada dengan Emil Dardak, Rektor UNEJ menyampaikan tiga pesan kepada anak didiknya yang akan meninggalkan kampus. Ketiga pesan yang diambil dari tema dies natalis tahun ini, yakni Unggul, Sinergi dan Berdampak. Pertama Iwan Taruna berpesan agar lulusan UNEJ menjadi pribadi unggul dengan cara terus belajar, bekerja melebihi standar, adaptif, kreatif dan invatif.

Kedua, melakukan sinergi. Menurut rektor, kesuksesan tidak pernah berdiri sendiri, maka berjejaring dan bergotong royong menjadi kebutuhan sebab sinergi menyiratkan kerja kolektif. Ketiga, di mana pun nanti lulusan UNEJ berada dan berkarya, hendaknya memberikan dampak positif di lingkungannya masing-masing. (Yul/iim/elz)

Berita terkait

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Spektroom – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon belum dapat diputuskan karena Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyerahkan hasil identifikasi usulan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pernyataan itu disampaikan Wattimena kepada wartawan usai rapat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru