Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak, Sleman Perkuat Komitmen Program RBI

Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak, Sleman Perkuat Komitmen Program RBI
Foto bersama usai meluncurkan Program Ruang Bersama Indonesia di Kelurahan Purwomartani Sleman,Kamis(25/6/26).Foto : Fatmawati

Sleman – Spektroom
Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memperkuat komitmen pelaksanaan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai upaya meningkatkan perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat desa.

Komitmen tersebut ditandai melalui Sosialisasi dan Penguatan Komitmen Pelaksanaan RBI yang digelar di Aula Kencana Dinas P3AP2KB Sleman, Kamis (25/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, Kemen PPPA menetapkan Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, dan Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, sebagai lokasi percontohan program RBI di Kabupaten Sleman.

Kedua kalurahan tersebut dipilih karena dinilai memiliki tata kelola pemerintahan yang responsif gender, peduli terhadap anak, serta didukung program perlindungan yang telah berjalan baik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman, Novita Krisnaeni, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sleman untuk mengembangkan program tersebut.

“Kalurahan Margodadi dan Purwomartani terpilih sebagai lokasi penguatan komitmen RBI. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, ramah perempuan dan anak, serta mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Menurut Novita, RBI sejalan dengan semangat gotong royong masyarakat Jawa yang tercermin dalam falsafah Sesarengan mbangun desa, agawe rahayu lan kamulyaning bebrayan, yakni membangun desa bersama demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III Kemen PPPA, Endah Sri Rejeki, menjelaskan bahwa RBI merupakan transformasi dari program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Program ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Harapannya, RBI dapat menurunkan angka kekerasan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, hingga ke tingkat desa melalui keterlibatan aktif masyarakat,” katanya.

Urgensi program ini diperkuat oleh masih tingginya kasus kekerasan di Sleman. Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Sleman, Diah Niken Andarwati, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 286 kasus kekerasan, dengan 131 kasus di antaranya merupakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Melalui RBI, Pemkab Sleman berharap penguatan perlindungan perempuan dan anak, ketahanan keluarga, serta pemberdayaan ekonomi perempuan dapat berjalan lebih terpadu sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh warga.

Berita terkait

Kemenag Malut Salurkan 929 Paket Santunan Lebaran Yatim dan Disabilitas Peaceful Muharam 1448 H

Kemenag Malut Salurkan 929 Paket Santunan Lebaran Yatim dan Disabilitas Peaceful Muharam 1448 H

Sofifi - Spektroom : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara turut menyukseskan pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Bulan Muharram 1448 Hijriah melalui program Peaceful Muharam yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis

Nanang Adrany, Afrizal Aziz
Gubernur NTB Pastikan Bantuan Tepat Sasaran dan Siap Benahi Jalan Warga

Gubernur NTB Pastikan Bantuan Tepat Sasaran dan Siap Benahi Jalan Warga

Lombok Barat-Spektroom : Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung menyisir Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (25/6/2026), untuk memastikan Program Desa Berdaya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat miskin ekstrem. Peninjauan itu sekaligus menjadi evaluasi lapangan guna mengidentifikasi hambatan yang masih perlu diintervensi agar

Marsam Putrangga, Julianto