Wujudkan Kepedulian Sosial, Alumni Smada Jember Lakukan Khitanan Massal

"Cukup banyak orang-orang yang membutuhkan biaya untuk khitan karena mungkin belum mampu untuk membiayai. Untuk itu kami inisiatif mengurangi beban pengeluaran keluarga tersebut,"

Wujudkan Kepedulian Sosial, Alumni Smada Jember Lakukan Khitanan Massal
Komunitas alumni 1982 SMAN 2 Jember melaksanakan khitanan massal di desa Pondokrejo kecamatan Tempurejo Jember, Sabtu (3/1/2026). (foto: Spektroom/Yul)

Spektroom – Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat beriringan menyusuri jalanan Jember wilayah selatan. Pagi itu sekitar 50 orang yang mengikuti iring-iringan kendaraan, menuju Gedung PTP Glantangan, desa Pondokrejo kecamatan Tempurejo, sekitar 25 km arah selatan kota Jember. Mereka adalah alumni tahun 1982 SMA Negeri 2 Jember yang akan menjalankan tugas sosial untuk melakukan khitanan massal, Sabtu (3/1/2026).

Tim medis 5 dokter dan 2 asisten. (foto: Spektroom/Yul)

Khitan, atau sunat, merupakan salah satu praktik yang berakar kuat dalam berbagai budaya dan agama di Indonesia. Lebih dari sekadar tradisi turun-temurun, sunat juga diakui secara medis menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan dan kebersihan. Namun, urusan biaya tak jarang menjadi batu sandungan bagi sebagian keluarga, khususnya bagi mereka yang sedang berjuang melawan badai ekonomi.

Menyikapi kenyataan ini, berbagai elemen masyarakat, mulai dari lembaga sosial, organisasi keagamaan, hingga jajaran pemerintah daerah, tak henti-hentinya menggulirkan program khitan massal gratis. Program ini, ibarat oase di padang pasir, hadir sebagai jalan keluar yang konkret, membuka pintu kesempatan selebar-lebarnya bagi anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung untuk mendapatkan layanan sunat yang aman dan profesional tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ini adalah wujud nyata uluran tangan dan kepedulian sosial yang patut diacungi jempol.

Salah satu anak menjalani proses khitanan massal. (foto: Spektroom/Yul)

Ketua Panitia Wiwik Wahyuni menjelaskan, bhakti sosial dilaksanakan secara rutin oleh paguyuban alumni dengan bentuk kegiatan dan lokasi yang berbeda.

“Kali ini kami menyelenggarakan khitanan di kebun PTPN I desa Pondokrejo kecamatan Tempurejo Jember,” kata Wiwik.

Menurut Wiwik Wahyuni, kegiatan ini berawal dari rasa keprihatinan terhadap kondisi sebagian masyarakat yang masih memerlukan bantuan. Dengan mengawali tahun 2026 ini, pihaknya mengajak teman-temannya sesama alumni dari berbagai penjuru untuk melaksanakan bhakti sosial.

"Cukup banyak orang-orang yang membutuhkan biaya untuk khitan karena mungkin belum mampu untuk membiayai. Untuk itu kami inisiatif mengurangi beban pengeluaran keluarga tersebut," ungkap Wiwik.

Sementara itu Sugiarto, alumni SMA 2 Jember tahun 1982 yang mendukung penuh acara ini, berharap acara ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga sekitarnya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Saya berharap program ini dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga,” kata Sugiarto.

Khitanan massal ini diikuti 38 anak sekitar kebun Glantangan dan dari kota Jember, ditangani 5 orang dokter dan dua asisten dokter. Usai dikhitan, anak-anak itu memperoleh bingkisan sarung, songkok, baju muslim, dan uang saku. Paguyuban alumni ini berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial lainnya dalam bentuk dan tempat yang berbeda. (Yul)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti