Yanieta Arbiastutie : Program TAMASYA Langkah Nyata Wujudkan Pengasuhan Anak

Yanieta Arbiastutie : Program TAMASYA Langkah Nyata Wujudkan Pengasuhan Anak
Yanieta Arbiastutie Kamtono - Ketua TP PKK Kota Pontianak (Foto Capture Zoom Meet).

Spektroom - Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Paud Kota Pontianak, mendukung penuh terhadap pelaksanaan program Unggulan Kantor Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat (Kalbar) Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) menjadi salah satu langkah nyata dalam pengasuhan anak.

Demikian disampaikan Yanieta Arbiastutie Kamtono, pada Virtual Ruang Belajar Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Seri 2 dengan tema "Tata Laksana Gangguan Perkembangan Anak” forum pembelajaran bersama bagi para pengasuh dan pengelola Tempat Penitipan Anak (TPA), Rabu (5/11/2025).

audio-thumbnail
Voice Bunda Paud
0:00
/64.869563

"Saya menyampaikan dukungan dan komitmen penuh terhadap pelaksanaan program Unggulan Taman Asuh Sayang Anak atau Tamasya di Kota Pontianak. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan pengasuhan anak dan pendidikan anak usia dini dengan penuh cinta, perhatian, berkualitas aman dan ramah anak"ujar Yanieta Arbiastutie menjelaskan.

Meskipun orang tua mereka produktif bekerja, anak-anak harus tetap mendapatkan perhatian, perlindungan dan simulasi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.

Menurut Yanieta Arbiastutie, anak memiliki kecepatan dan gaya perkembangan yang berbeda-beda.

Ketika terjadi gangguan atau keterlambatan dalam perkembangan, baik secara fisik, ucapan, sosial-emosional, maupun kognitif, maka yang dibutuhkan bukan sekedar perhatian, tetapi juga tata laksana pengasuhan yang tepat dan penuh empati.

"Disinilah peran keluarga, kader PKK, tenaga kesehatan dan para pendidik atau pengasuh sangat penting. Kita harus mampu untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan perkembangan anak sejak dini." ujarnya mengingatkan.

Meskipun segmen usia dan bentuk layanan mereka sangat berbeda, namun pendidikan anak usia dini memiliki tujuan yang sama dengan pengasuhan di tempat pendidikan anak, yang keduanya juga sama-sama berfokus pada pertama tumbuh, kembang anak usia dini secara holistik dan integratif, dan juga pemenuhan anak-anak untuk mendapatkan pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan yang berkualitas.

Pemantauan Tumbuh Kembang Secara Rutin

Sementara itu Pengelola Taman Penitipan Anak (TPA) Taasya Aisyah II Pontianak Tenggara Mustiva Devi mengatakan, meskipun TPA Taasya Aisyah II sudah ada pengasuh, namun BKKBN dan orang tua turut berperan dalam mendukung pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

"Puskesmas hadir memberikan layanan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi gizi bagi anak dan keluarga." lanjut dia.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Puskesmas, Dinas Pendidikan, Kemendukbangga Kalbar BKKBN Prov. Kalimantan Barat, dan Orang tua TPA ‘Aisyiyah II menjadi amal usaha ‘Aisyiyah dibidang pengasuhan yang berkomitmen pada karakter Islami, serta berorientasi dengan optimal untuk perkembangan anak Peran Puskesmas dalam deteksi dini Tumbuh Kembang.

Deteksi dini kasus pertumbuhan melalui pemantauan pertumbuhan secara rutin merupakan hal yang sangat penting untuk dapat melakukan tata laksana gangguan pertumbuhan secara cepat dan tepat.

"TPA dan PLKB harus memahami bagaimana alur rujukan jika ditemukan kasus pertumbuhan di TAMASYA/TPA binaannya serta pentingnya komunikasi rutin antara TPA, PLKB, Orang tua dan Puskesmas sehingga dapat bersama-sama melakukan tata laksana kasus pertumbuhan, karena diperlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan." tutup Mustiva Devi.(@Ng).

Berita terkait

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Spektroom – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon belum dapat diputuskan karena Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyerahkan hasil identifikasi usulan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pernyataan itu disampaikan Wattimena kepada wartawan usai rapat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru