YLKI Desak Pertamina dan Pemerintah Membuka Formula dan Komponen Alasan Menaikan Harga Pertamax
Jakarta,Spektroom : Pengumuman kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang dilakukan secara mendadak menimbulkan keterkejutan di tengah masyarakat. YLKI memahami bahwa harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Untuk itu YLKI mendesak Pertamina dan Pemerintah membuka secara lebih rinci formula dan komponen pembentuk harga sehingga konsumen dapat memahami alasan penyesuaian harga tersebut. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Eksklusif YLKI, Rio Priambodo saat dihubungi Spektroom melalui ponsel kepada Spektroom, Rabu (20/6/2026).
Namun demikian menurut Priambodo, penyesuaian harga tersebut tetap harus memperhatikan aspek perlindungan konsumen, transparansi, dan dampaknya terhadap masyarakat.
"YLKI menyesalkan pengumuman kenaikan harga yang dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan yang memadai kepada masyarakat. Sebagai produk yang digunakan secara luas dan berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga, perubahan harga seharusnya disampaikan secara lebih transparan dan memberikan waktu yang cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan keputusan ekonominya." Ujar Rio Priambodo.
Kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong perpindahan sebagian konsumen ke Pertalite. Kondisi ini harus diantisipasi secara serius oleh Pemerintah dan Pertamina agar tidak menimbulkan lonjakan permintaan yang berujung pada antrean panjang, pembatasan distribusi, atau bahkan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah. Jangan sampai masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM subsidi justru menjadi pihak yang paling dirugikan.
Kenaikan harga BBM selalu memiliki efek berantai terhadap biaya transportasi, distribusi barang, dan pengeluaran rumah tangga. Kelompok masyarakat kelas menengah menjadi kelompok yang paling terdampak karena tidak menikmati subsidi BBM namun harus menanggung kenaikan biaya energi. Oleh karena itu, Pemerintah perlu mengantisipasi dampak inflasi dan menjaga stabilitas pasokan serta harga BBM yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
YLKI menegaskan bahwa kenaikan harga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh konsumen. Masyarakat berhak memperoleh jaminan kualitas BBM, kemudahan akses, keandalan distribusi, akurasi takaran, serta pelayanan yang lebih baik di SPBU. Konsumen tidak boleh hanya diminta menerima kenaikan harga tanpa memperoleh peningkatan manfaat dan kualitas layanan yang sepadan.
Peristiwa ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap tata kelola komunikasi publik terkait perubahan harga barang dan jasa strategis. YLKI mendorong adanya standar pemberitahuan yang lebih transparan dan terukur untuk setiap penyesuaian harga yang berdampak luas terhadap masyarakat, sehingga hak konsumen atas informasi dapat terlindungi dengan lebih baik.
Sementara itu salah satu konsumen yang antre di SPBU , Sulistyo mengatakan, sebelum kenaikan Pertamax dibeberapa SPBU bertuliskan pertalite habis."Dengan begitu mau tidak mau kita kita beli Pertamax dong , dan itu sering terjadi dengan alasan bermacam macam." Ujar sulistyo
Lain dengan Sulistyo, Novansari mengatakan dengan naiknya Pertamax, banyak masyarakat berpindah ke pertalite. " Nanti Pertalite tau tau menghilang, kemarin saja sulit mau beli pertalite" ucapnya.