Yudisium dan Pengukuhan Alumni PPG Daljab Batch 3 Tahun 2025, Guru PAI Harus Tingkatan Kinerja
Spektroom - Sebanyak 45 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti prosesi Yudisium dan Pengukuhan Alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan (Daljab) Guru PAI Batch 3 Tahun 2025 yang diselenggarakan LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin MakassarMakassar, Rabu (11/2/2026).
Dari jumlah tersebut, 36 guru hadir secara langsung di Aula Nurhasanah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, sementara prosesi utama yudisium dipusatkan di Claro Hotel Makassar, Jl. A. P. Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, dan diikuti secara hybrid melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pakis) Kemenag Kota Ternate, Hj. Nailah Baksir, serta dihadiri seluruh pejabat eselon IV dan perwakilan BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Suasana berlangsung hangat dan penuh rasa syukur atas capaian para guru yang telah menyelesaikan proses pendidikan profesi sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dan profesionalitas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate H. Salmin Abd Kadir, memberikan apresiasi kepada para guru PAI yang telah menuntaskan PPG dan resmi dikukuhkan sebagai alumni. Namun demikian, ia juga menegaskan pentingnya komitmen dan tanggung jawab moral dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama di sekolah.
“Kinerja guru-guru PAI kemarin kami evaluasi. Saya minta bapak ibu yang mau dilantik ini agar kinerjanya bagus, kalau tidak maka tunjangan gurunya akan kami tunda, bukan tidak dibayar tapi hanya ditunda pembayarannya apabila masih banyak siswa yang belum bisa mengaji,” tegas H. Salmin.
Evaluasi kinerja guru kata H. Salmin menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa peningkatan kompetensi melalui PPG berdampak langsung pada kemampuan peserta didik, khususnya dalam hal baca tulis Al-Qur’an.
Ia menyoroti kondisi memprihatinkan, di mana kurang lebih 200 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dilaporkan tutup, sehingga peran guru PAI di sekolah menjadi semakin strategis dalam membina literasi keagamaan generasi muda.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius. Guru PAI tidak hanya mengajar secara administratif, tetapi harus memastikan siswa-siswinya mampu membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kegiatan yudisium dan pengukuhan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bagi para guru PAI dan madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, profesionalisme, serta kontribusi nyata dalam membangun karakter religius peserta didik.
Melalui pelaksanaan PPG Dalam Jabatan ini, diharapkan lahir guru-guru PAI yang tidak hanya tersertifikasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, dedikasi, dan kepedulian tinggi terhadap peningkatan kemampuan keagamaan siswa di Kota Ternate.