3 Ribu Lebih Anak Yatim di Jakarta Terima Bantuan Pendidikan
Jakarta – Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Program Santunan Muharam dan Belanja Bersama Anak Yatim yang dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta itu mengusung tema "Muliakan Anak Yatim Bersama Gubernur". Program tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan kebutuhan sekolah menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono mengajak para penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin agar semakin bersemangat menempuh pendidikan. Semoga program yang sangat baik ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Sebentar lagi masuk sekolah, nanti tasnya baru, bukunya baru, bajunya baru, semangatnya juga baru," ucapnya.
Sebanyak 150 anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut menerima voucher belanja senilai Rp750 ribu, santunan tunai sebesar Rp250 ribu, serta perlengkapan sekolah. Mereka juga diberi kesempatan berbelanja secara langsung untuk memilih sendiri tas, seragam, sepatu, alat tulis, dan berbagai kebutuhan sekolah sesuai keinginan serta kebutuhan masing-masing.
Menurut Pramono, kegiatan ini merupakan pembuka rangkaian Program Santunan Muharam Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 yang akan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh wilayah Jakarta.
Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan menyentuh 3.440 anak yatim dengan total nilai bantuan mencapai Rp3,44 miliar.
"Melalui program ini, Pemprov DKI Jakarta berharap anak-anak yatim dapat memperoleh dukungan yang memadai untuk melanjutkan pendidikan sekaligus merasakan kebahagiaan di bulan Muharam," ujarnya.
Pramono, juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta yang dinilainya konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sosial. Kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui santunan bagi anak yatim, tetapi juga berbagai program pemberdayaan masyarakat dan bantuan pendidikan.
"Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Program Pemutihan Ijazah bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera. Program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi ribuan pelajar yang sebelumnya terkendala mengambil ijazah karena persoalan administrasi.
Ia, mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, Program Pemutihan Ijazah telah membantu 6.050 peserta didik dengan total nilai bantuan mencapai Rp14,9 miliar. Pada tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta kembali menargetkan pemutihan sekitar 6.000 ijazah agar semakin banyak lulusan dapat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja tanpa hambatan administrasi.
"Pemprov DKI Jakarta terus memperluas berbagai program bantuan pendidikan, di antaranya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), LPDP Jakarta, serta sejumlah program sosial lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di ibu kota," imbuhnya.