30 Kilogram Beras untuk 278 Keluarga, Kades Tlekung Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

30 Kilogram Beras untuk 278 Keluarga, Kades Tlekung Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kepala Desa Tlekung Mardi menyaksikan proses penyaluran beras (foto: buang)

Batu - Spektroom: ​Bantuan pangan beras kembali menyentuh warga Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sebanyak 278 Kepala Keluarga (KK) menerima masing-masing 30 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan, Juli hingga September 2026.


Penyaluran bantuan tahap kedua tersebut berlangsung di Balai Desa Tlekung, Kamis (20/8/2026). Pemerintah menyalurkan bantuan melalui Perum Bulog sebagai bagian dari program Badan Pangan Nasional bagi masyarakat berpendapatan rendah.


Bantuan 30 kilogram per KK itu merupakan akumulasi alokasi 10 kilogram beras setiap bulan. Bagi sebagian warga, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan stok di dapur, tetapi juga menjadi pengurang beban pengeluaran rumah tangga ketika harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian masyarakat.


Kepala Desa Tlekung Mardi memilih tidak sekadar memantau penyaluran dari tempatnya. Ia turun langsung ke tengah warga, memastikan proses berjalan dan membantu penerima yang kesulitan membawa beras pulang.


Langkah tersebut menjadi penting karena ukuran keberhasilan bantuan pangan bukan hanya terletak pada tersalurkannya beras, tetapi juga pada sejauh mana bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.


“Alhamdulillah, pemerintah memberikan bantuan beras untuk warga kami sehingga meringankan beban kebutuhan masyarakat,” ujar Mardi.


Menurut dia, bantuan pemerintah memang tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi masyarakat. Namun, bantuan pangan tersebut setidaknya menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.


“Selalu bersyukur, apa pun yang diberikan hari ini. Insyaallah akan menjadi berkah dan kita diberikan hidayah oleh Allah SWT. Semoga bermanfaat,” katanya.


Ketika 30 Kilogram Berarti bagi Dapur Warga


Bagi Suwati, warga Dusun Ganggsiran Putuk, bantuan tersebut memiliki arti sederhana tetapi penting: mengurangi uang yang harus dikeluarkan untuk membeli beras.

Warga dengan bahagia membawa 30 Kg(foto: buang)


Ia mengaku senang menerima bantuan karena kebutuhan beras merupakan pengeluaran rutin yang tidak bisa ditunda.


“Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu, apalagi harga beras kan mahal,” kata Suwati.


Kondisi itu menunjukkan bahwa bantuan pangan tetap memiliki ruang penting bagi keluarga berpendapatan rendah. Ketika kebutuhan rumah tangga datang bersamaan, beras 30 kilogram dapat menjadi penyangga agar sebagian penghasilan keluarga dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya.


Di Balai Desa Tlekung, proses penyaluran berlangsung dengan suasana sederhana. Warga datang, menerima haknya, kemudian membawa pulang beras untuk keluarganya.


Namun, ada pemandangan yang menarik perhatian. Mardi turut membantu warga yang menggunakan sepeda motor untuk membawa beras. Ia tidak hanya hadir sebagai kepala desa yang menyaksikan kegiatan, tetapi ikut berada di tengah warga.


Bagi pemerintah desa, perhatian terhadap masyarakat tidak cukup berhenti pada penyaluran bantuan. Bantuan harus dipastikan diterima oleh mereka yang berhak dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 278 KK pun kini membawa pulang 30 kilogram beras masing-masing.


Jumlah itu mungkin tidak besar jika dilihat dari angka program pemerintah. Tetapi bagi keluarga yang harus menghitung pengeluaran dapur dari hari ke hari, 30 kilogram beras bisa berarti ruang bernapas yang lebih panjang.


Dan di tengah persoalan harga kebutuhan pokok, bantuan pangan menjadi pengingat bahwa kebijakan pemerintah pada akhirnya harus bermuara pada satu hal: meringankan beban masyarakat yang paling membutuhkan.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti