480 Tahun Santo Fransiskus Xaverius di Ambon jadi Refleksi Iman dan Ujian Kebersamaan

480 Tahun Santo Fransiskus Xaverius di Ambon jadi Refleksi Iman dan Ujian Kebersamaan
Walikota Ambon menghadiri Peringatan 480 tahun kedatangan Santo Fransiskus Xaverius di Pulau Ambon berlangsung di Gedung Xaverius Ambon sabtu 14/2/2026 ( foto Eva. M

Spektroom — Peringatan 480 tahun kedatangan Santo Fransiskus Xaverius di Pulau Ambon menjadi panggung refleksi iman sekaligus panggilan persatuan di tengah tekanan ekonomi dan tantangan sosial yang kian terasa.
Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Santo Fransiskus, Ambon, Sabtu (14/2/2026)

Walikota Ambon, Wattimena dalam sambutannya menegaskan, kedatangan Santo Fransiskus Xaverius ke Ambon 480 tahun silam bukan sekadar peristiwa sejarah gereja, melainkan momentum menabur kebaikan dan membangun peradaban berbasis persaudaraan.


Ia mengisahkan perjalanan hidupnya sejak masa sekolah dasar sebagai refleksi bahwa setiap orang dibentuk oleh nilai-nilai yang diwariskan generasi sebelumnya. Menurutnya, semangat yang dibawa misionaris abad ke-16 itu adalah tentang keberanian melintasi batas demi menghadirkan harapan.


“Kalau Injil pertama masuk dan berakar di Ambon, maka kota ini harus tetap menjadi contoh tentang kebaikan dan hidup bersama dalam perbedaan,” tegasnya.
Peringatan 480 tahun ini digelar tepat pada 14 Februari 2026 di Ambon, sebagai bagian dari rangkaian sejarah panjang masuknya kekristenan di Maluku sejak abad ke-16.


Walikota Ambon menambahkan, 20 tahun mendatang umat Kristen Indonesia akan memasuki tonggak 500 tahun baptisan pertama di Nusantara. Ambon memiliki posisi historis penting dalam perjalanan tersebut.


Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik menjelang Ramadan, Walikota menilai persatuan menjadi kunci utama menghadapi tantangan.


“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh solidaritas semua elemen masyarakat. Tantangan (, sosial, hingga kerukunan hanya bisa dihadapi kalau kita tetap bersatu,” ujarnya.


Ia juga memastikan pemerintah kota mendukung agenda-agenda keagamaan lintas iman seperti Festival Imlek, Festival Ramadan, hingga atraksi Jalan Salib sebagai agenda tahunan yang memperkuat kohesi sosial.


Sementara itu, Uskup Diosis Amboina MGR. Seno Ngutra menegaskan bahwa semangat “satu hati, satu semangat” tidak cukup berhenti pada seremoni. Ia mengingatkan bahwa keprihatinan tanpa tindakan hanyalah emosi tanpa makna.


Mengutip teladan Yesus Kristus yang memberi makan orang banyak karena tergerak oleh belas kasih, Uskup meminta umat membuktikan iman melalui aksi nyata, terutama dalam dunia pendidikan.
Ia secara tegas menolak praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.


“Pendidikan harus memanusiakan manusia. Kalau gagal membentuk karakter, kepintaran justru bisa menjadi ancaman,” tegasnya di hadapan para guru dan siswa.
Mulai tahun depan, perayaan Santo Fransiskus Xaverius akan dipusatkan setiap 14 Februari sebagai agenda tetap di Ambon, bukan hanya perayaan internal gereja, tetapi momentum bersama seluruh kekristenan.


Baik pemerintah maupun gereja sepakat, 480 tahun ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan evaluasi diri untuk menjaga Ambon tetap sebagai kota yang menghargai perbedaan, memperkuat karakter kebangsaan lintas agama, suku, dan budaya.


Di tengah tekanan ekonomi dan dinamika sosial, pesan yang mengemuka hari itu sederhana namun tegas: sejarah besar hanya bermakna jika diterjemahkan menjadi kebaikan nyata hari ini.

Berita terkait

Gubernur Buka Peluang Maluku Jadi Pusat Ekosistem Keselamatan Pelayaran Timur Indonesia

Gubernur Buka Peluang Maluku Jadi Pusat Ekosistem Keselamatan Pelayaran Timur Indonesia

Jakarta–Spektroom : Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Dewan Pengurus Nasional Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (DPN PPAKPI) Periode 2026-2029, yang berlangsung di Ballroom GIIA Hotel, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sadali Ie, disampaikan

Eva Moenandar, Rafles
AFI Revitalisasi PAUD dan Posyandu Seroja 2, Dukung Tumbuh Kembang Anak di Bogor

AFI Revitalisasi PAUD dan Posyandu Seroja 2, Dukung Tumbuh Kembang Anak di Bogor

Bogor-Spektroom : PT AXA Financial Indonesia (AFI) melalui program AFI Berbagi bersama Yayasan Anugerah Semesta Nusantara merevitalisasi fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Seroja 2 di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Revitalisasi tersebut ditujukan untuk mendukung akses pendidikan usia dini, layanan kesehatan dasar,

Irvan Idris Saleh, Rafles
ссс