Trending

535 Warga Kalteng Mudik Gratis

535 Warga Kalteng Mudik Gratis
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Ahmad Isnaeni dengan jajaran terkait saat melepas keberangkatan bis gratis mudik. (Foto: Aga/Istimewa)

Palangka Raya - Spektroom : Terminal W.A Gara, Palangka Raya, tak seperti biasanya. Wajah-wajah penuh harap bercampur senyum lepas mewarnai keberangkatan ratusan pemudik yang mengikuti program mudik gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.


Sebanyak 535 orang difasilitasi pulang kampung tahun ini. Mereka diberangkatkan menggunakan 17 armada bus menuju berbagai daerah tujuan seperti Muara Teweh, Pangkalan Bun, Sampit, Buntok hingga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keberangkatan dilakukan bertahap sejak 14 Maret dan mencapai puncaknya pada 18 Maret 2026.

Di antara hiruk pikuk terminal, satu per satu bus mulai bergerak. Barang bawaan diangkat, kursi diisi, dan doa-doa diam-diam terucap. Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar perjalanan, tapi kesempatan pulang yang sebelumnya terasa berat karena biaya.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Ahmad Isnaeni, menjelaskan antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama untuk rute tertentu.


“Total 105 penumpang diberangkatkan hari ini dengan tiga unit bus tujuan Pangkalan Bun. Nanti malam ada dua bus tambahan dengan rute yang sama. Memang rute ini paling banyak diminati,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).

Isnaeni juga menyebut, sebelumnya satu bus tujuan Banjarmasin telah diberangkatkan pada pagi hari dengan 35 penumpang, disusul keberangkatan lainnya pada sore hingga malam.


Di balik kelancaran itu, pemerintah tidak sekadar melepas keberangkatan. Setiap penumpang, termasuk sopir dan kernet, lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Langkah ini untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, tanpa risiko yang bisa mengganggu di tengah jalan.

Program ini terbuka untuk semua kalangan. Tidak hanya pelajar atau mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Selain meringankan biaya, langkah ini juga diharapkan membantu mengurangi kepadatan arus mudik.

Kkeberangkatan puncak yang dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, suasana terminal semakin hidup. Tawa anak-anak, obrolan keluarga, hingga pelukan perpisahan menjadi pemandangan yang tak terhindarkan.
Di dalam bus, ada yang langsung terlelap, ada yang sibuk menelepon keluarga, memberi kabar: “Kami sudah berangkat.”

Mudik kali ini bukan sekadar perjalanan jauh. Ia membawa pulang rindu, mempertemukan kembali yang lama terpisah, dan menghadirkan satu hal yang selalu ditunggu setiap Lebaran kebahagiaan sederhana karena bisa kembali ke rumah. (Polin-Aga)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru