58 Karya Perupa Warnai HUT ke-27 Depok, Seni Jadi Jendela Pengenalan Kota
Depok – Spektroom: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok tidak hanya diramaikan dengan kegiatan hiburan dan seremoni. Momentum ini juga dimanfaatkan para seniman untuk memperkenalkan wajah Kota Depok melalui Pameran Seni Rupa yang digelar di Gedung Baleka II, Kompleks Balai Kota Depok.
Sebanyak 58 karya seni hasil garapan 26 perupa Depok dipamerkan dalam kegiatan yang berlangsung mulai 17 Juni hingga 3 Juli 2026. Beragam karya tersebut menjadi representasi kreativitas sekaligus cerminan perjalanan budaya dan perkembangan Kota Depok.
Ketua Depag (Dewan Kesenian/Paguyuban Perupa Depok), Joko Saptono, Senin (22/6/2026). mengatakan pameran ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan membangun citra positif Kota Depok melalui seni rupa.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya sukses digelar di Margo City. Ke depan, pihaknya berharap pameran dapat berkembang menjadi agenda seni yang lebih besar dan mampu menarik perhatian publik yang lebih luas.
"Kami ingin karya-karya para perupa Depok menjadi media untuk memperkenalkan kota ini. Harapannya, Depok tidak hanya dikenal sebagai kota penyangga Jakarta, tetapi juga sebagai kota yang memiliki kehidupan seni dan budaya yang berkembang," katanya.
Puluhan karya yang dipamerkan menampilkan beragam aliran seni, mulai dari realisme, impresionisme, abstrak hingga surealisme. Pengunjung juga dapat menikmati karya instalasi yang mengangkat unsur budaya lokal, termasuk motif batik khas Depok.
Setiap karya menawarkan interpretasi berbeda tentang kehidupan masyarakat, sejarah, hingga dinamika pembangunan kota. Sejumlah lukisan bertema tokoh dan perjuangan masyarakat Depok menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan nilai historis yang kuat.
Salah satu karya yang mencuri perhatian pengunjung adalah lukisan surealis bertema mesin industri yang menggambarkan perkembangan zaman dan transformasi perkotaan. Di sisi lain, figur Margonda juga hadir dalam sejumlah karya sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan identitas Kota Depok.
Selain menjadi ruang apresiasi seni, pameran ini juga membuka peluang ekonomi bagi para seniman. Seluruh karya yang dipamerkan dapat dimiliki masyarakat maupun kolektor dengan harga mulai dari Rp2 juta hingga Rp10 juta.
Melalui pameran tersebut, para perupa berharap seni rupa dapat menjadi sarana komunikasi budaya yang efektif sekaligus memperkuat posisi Kota Depok sebagai kota yang tumbuh bersama kreativitas dan inovasi warganya.