67 Putra-Putri Terbaik Sawahlunto Mulai Digembleng Jadi Paskibra, Disiapkan Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

67 Putra-Putri Terbaik Sawahlunto Mulai Digembleng Jadi Paskibra, Disiapkan Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
67 Putra-Putri Terbaik Sawahlunto Mulai Digembleng Jadi Paskibra,(foto Prokopim swl)

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto resmi memulai pemusatan latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Sawahlunto yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (27/7/26).

Sebanyak 67 pelajar terbaik dari berbagai SMA, SMK, dan MA di kota tersebut mulai menjalani latihan intensif di Lapangan Ombilin.

Pembukaan latihan dilakukan oleh Wali Kota Sawahlunto yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Rovanly Abdams. Kegiatan ini menjadi awal pembinaan bagi para anggota Paskibra yang telah lolos seluruh tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, tes kemampuan fisik, hingga psikotes.

Dari total 67 anggota Paskibra, sebanyak 32 orang merupakan peserta putra dan 35 orang peserta putri. Mereka merupakan perwakilan sekolah menengah atas terbaik di Kota Sawahlunto yang akan mengemban tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Sekda Rovanly Abdams menegaskan pentingnya pelaksanaan pembinaan secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada kesiapan teknis upacara, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

Ia menginstruksikan perangkat daerah terkait agar memastikan seluruh proses latihan berjalan optimal melalui pendampingan teknis, pengawasan kesehatan, serta pembinaan disiplin dan kepemimpinan.

"Kualitas Paskibra tidak hanya diukur dari kesempurnaan formasi saat upacara, tetapi juga dari karakter, integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang terbentuk selama proses latihan," tegas Rovanly.

Kepada seluruh anggota Paskibra, ia juga berpesan agar mampu mengatur waktu dengan baik sehingga tetap dapat menjalankan kewajiban sebagai pelajar di sekolah tanpa mengabaikan intensitas latihan.

Selain itu, para peserta diminta menjaga kondisi fisik dan kesehatan karena latihan Paskibra membutuhkan stamina, konsentrasi, serta ketahanan mental yang prima.

Pelaksanaan pemusatan latihan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya Bank Nagari yang memberikan bantuan berupa pakaian seragam bagi anggota Paskibra. Sejumlah pihak lainnya turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran proses pembinaan hingga pelaksanaan upacara nanti.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pembinaan Paskibra yang berkualitas.

Pemkot Sawahlunto menegaskan bahwa program pembinaan Paskibra merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia. Melalui proses latihan yang terstruktur, pemerintah berharap lahir generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Selain mempersiapkan pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI agar berlangsung khidmat dan sukses, pembinaan Paskibra juga diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter pemuda yang kelak mampu menjadi calon-calon pemimpin masa depan.

Berita terkait

Pemkot Ambon dan Majelis Latupati Siap Bentuk Mahkamah Adat Lewat Koordinasi dengan Kementerian Hukum

Pemkot Ambon dan Majelis Latupati Siap Bentuk Mahkamah Adat Lewat Koordinasi dengan Kementerian Hukum

Jakarta-Sprktroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Majelis Latupati Kota Ambon terus mematangkan rencana pembentukan Mahkamah Adat sebagai lembaga penyelesaian sengketa di negeri-negeri adat. Upaya tersebut kini memasuki tahap koordinasi dengan Kementerian Hukum untuk memperkuat dasar hukum dan pengakuan terhadap sistem peradilan adat di Maluku. Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza

Eva Moenandar, Bian Pamungkas
Yayasan Kolase gelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026

Yayasan Kolase gelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026

Pontianak,Spektroom — Yayasan Kolase bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan komunitas lingkungan menggelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026 menandai peringatan Hari Mangrove Internasional, sebagai upaya mendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih konstruktif dalam mengangkat isu lingkungan, khususnya ekosistem mangrove di Kalimantan Barat. Program digelar dalam rangka Hari

Apolonius Welly, Bian Pamungkas
Prof. Henry: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Melakukan Kejahatan

Prof. Henry: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Melakukan Kejahatan

Jakarta – Spektroom : Pakar Hukum Prof. Henry Indraguna, menegaskan negara tidak boleh membiarkan kemiskinan, tekanan sosial, dan rendahnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum menjadi pemicu maraknya aksi main hakim sendiri atau eigenrichting. Peringatan disampaikan, menyikapi peristiwa seorang pria meninggal dunia akibat diamuk massa di Bali dan kejadian serupa di kawasan Matraman,

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas