750 Siswa SMP di Sawahlunto Ikuti Ujian Sekolah 2026, Disdik Pastikan Proses Berjalan Sesuai Standar
Sawahlunto-Spektroom : Sebanyak 750 siswa kelas IX dari 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sawahlunto tengah mengikuti Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2025/2026. Pelaksanaan ujian ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Dr. Asril, M.Pd, sebagai bagian dari tahapan akhir penilaian pendidikan di tingkat SMP.
Menurut Asril, ujian sekolah atau Asesmen Sumatif Akhir Jenjang tersebut telah dimulai sejak Senin, 4 Mei 2026, dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 9 Mei 2026.
“Ujian ini menjadi instrumen penting untuk mengukur pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada seluruh mata pelajaran, sekaligus menjadi salah satu penentu kelulusan siswa,” ujar Asril dalam keterangannya di Sawahlunto, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, selain sebagai indikator kelulusan, hasil ujian juga berfungsi sebagai alat pemetaan mutu pendidikan, yang nantinya menjadi dasar evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Dinas Pendidikan, lanjut Asril, telah memastikan seluruh sekolah penyelenggara siap secara teknis maupun administratif, sehingga pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Asril juga mengimbau seluruh siswa untuk mengikuti ujian dengan penuh kesiapan dan disiplin. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan hasil belajar terbaik selama menempuh pendidikan di jenjang SMP.
“Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti setiap tahapan ujian dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan ujian di jenjang pendidikan dasar, Asril menyebutkan bahwa Ujian Sekolah untuk siswa kelas VI SD di Kota Sawahlunto akan digelar pada 18 hingga 23 Mei 2026.
Diperkirakan sekitar 1.000 siswa akan ambil bagian dalam ujian tersebut.
Pelaksanaan ujian sekolah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Pendidikan dalam menjaga kualitas dan standar pendidikan, sekaligus memastikan proses evaluasi pembelajaran berjalan objektif, terukur, dan akuntabel. (Ris1)