Ajaran Puasa Bukan Saja Bernilai Ibadah Tapi Juga Punya Manfaat Kesehatan Secara Ilmiah

Ajaran Puasa Bukan Saja Bernilai Ibadah Tapi Juga Punya Manfaat Kesehatan Secara Ilmiah
Foto.Ceramah Agama Hari pertama ramadhan 1447 H.di surau lubuak ladang cakiah Kota Bukittinggi. ( dok.Jma)

Spektroom - Hari pertama pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M berlangsung Rabu malam, 18 Februari 2026 khidmat dan ramai di Surau Batu Ladang Cakiah, Kota Bukittinggi. Jamaah memadati surau untuk mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Dr. H. Gusrizal Dt. Salubuak Basa sebelumnya didahului Sholat Isya Berjamaah dilanjutkan Sholat Taraweh 8 Rakaat.

Dalam ceramahnya, Dr. H. Gusrizal Dt. Salubuak Basa yang juga merupakan niniak mamak dari Payung Panji Selayan Ladang Cakiah, mengangkat tema “Ajaran Islam yang Terlupakan.” Ia mengajak jamaah untuk kembali mengingat dan mengamalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam yang mulai terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi momentum untuk mengingat kembali ajaran yang mungkin selama ini terlupa,” ujarnya di hadapan jamaah.

Puasa dan Manfaat Kesehatan
Dalam tausiyahnya, beliau juga menyinggung manfaat puasa dari sisi kesehatan. Disebutkannya bahwa manfaat puasa telah banyak diteliti secara ilmiah, termasuk oleh peraih Nobel bidang Fisiologi atau Kedokteran tahun 2016 asal Jepang, Yoshinori Ohsumi.

Ohsumi meraih penghargaan atas penemuannya tentang mekanisme autofagi, yaitu proses pemecahan dan daur ulang komponen sel dalam tubuh. Proses ini diketahui memiliki kaitan dengan kondisi puasa, di mana tubuh melakukan pembersihan dan peremajaan sel secara alami.

Fenomena ini, menurut penceramah, menunjukkan bahwa ajaran puasa dalam Islam tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang kini diakui secara ilmiah. Bahkan, di kalangan non-Muslim berkembang konsep puasa intermiten seperti metode 16:8, meskipun secara praktik dan niat berbeda dengan puasa Ramadhan.
“Ini menjadi bukti bahwa ajaran Islam sudah lebih dahulu mengatur pola hidup sehat. Maka kita patut bersyukur dan tidak perlu ragu mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam,” ungkapnya.

Jangan Jadikan Puasa Sebagai Beban
Dr. Gusrizal Dt Salubuak Basa juga mengingatkan agar umat Islam tidak memandang puasa sebagai beban atau tugas berat. Sebaliknya, Ramadhan harus disambut dengan rasa syukur dan semangat memperbaiki diri.

Selain itu, ia menyoroti satu ajaran penting yang kerap terlupakan, yakni bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Menurutnya, setelah masa pandemi Covid-19 berlalu, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan tampak mulai menurun  serta minimnya budaya antri.
“Padahal kebersihan adalah bagian dari iman. Ini bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Kegiatan Ramadhan di Surau Batu Ladang Cakiah ini diharapkan dapat terus menjadi sarana memperkuat ukhuwah, memperdalam ilmu agama, serta membangkitkan kembali semangat mengamalkan ajaran Islam secara utuh di tengah masyarakat. (Rita.Roza)
 

Berita terkait

Presiden Prabowo Bertemu Presiden Macron, Bahas Kerja Sama Bilateral dan Dinamika Global

Presiden Prabowo Bertemu Presiden Macron, Bahas Kerja Sama Bilateral dan Dinamika Global

Paris-Spektroom : Presiden RI Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi strategisnya dengan melakukan pertemuan bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4/2026). Ketibaan Presiden Prabowo di Istana Élysée disambut secara resmi oleh Presiden Macron beserta pasukan kehormatan sebagai simbol persahabatan dan penghargaan tinggi terhadap kunjungan Presiden

Rafles
Rumah Zakat Bersama Bank BTN dan Pos Indonesia Salurkan Bantuan Peralatan Rumah Tangga bagi Penyintas Banjir di Tapanuli Selatan

Rumah Zakat Bersama Bank BTN dan Pos Indonesia Salurkan Bantuan Peralatan Rumah Tangga bagi Penyintas Banjir di Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan - Spektroom : Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan beberapa waktu lalu telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Selain merusak tempat tinggal, banjir juga menyebabkan banyak warga kehilangan peralatan rumah tangga yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari. Dalam rangka mendukung proses pemulihan pascabencana, Rumah Zakat

Hartati Rangkuti
Hadapi El Nino 2026, PAM Bandarmasih Siaga Jaga Pasokan Air Bersih

Hadapi El Nino 2026, PAM Bandarmasih Siaga Jaga Pasokan Air Bersih

Junaidi, Agung Yunianto Banjarmasin-Spektroom Menjelang potensi kemunculan fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026, PAM Bandarmasih mulai melakukan berbagai persiapan guna memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga bagi pelanggan. Direktur Utama (Dirut) PAM Bandarmasih, Zulbadi mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah langkah strategis, termasuk penerapan manajemen

Junaidi