Aksi Penolakan Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Bone Sulsel

Reporter: M. Yahya Patta

Aksi Penolakan Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Bone Sulsel
Aksi penolakan kenaikan pembayaran Pajak Bumi dan bangunan PBB di Kabupaten Bone (Foto Dok. Daus)

Spektroom - Dua minggu terakhir masyarakat disuguhi berita tentang kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan PBB. Kenaikan PBB ini mengundang reaksi dari masyarakat dengan melakukan aksi penolakan, karena kenaikannya sangat fantastis dan tidak masuk akal atau tidak rasional, meski pada akhirnya Pemda  yang sempat menaikkan PBB tersebut kemudian membatalkannya.

Dr. H. Alimuddin, SH., MH., M.Kn. Anggota DPRD Sulawesi Selatan

Doktor Alimuddin S.H,.M.H., M.Kn. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi selatan mengatakan, gejolak di tengah masyarakat terjadi kemungkinan hasil intensifikasi pajak yang dilakukan oleh masing-masing Pemda, di mana selama ini data PBB, status tanah masih tanah kosong sehingga hanya Bumi yang dibebani pajak, padahal di atas tanah sudah ada bangunan karena itu hasil pendataan baru, tanah tersebut sudah diperhitungkan bersama bangunan yang ada di atasnya yang harus dikenakan pajak bangunan, sehingga terlihat terjadi kenaikan pembayaran pajak. Sebenarnya pajak tanahnya tidak naik tetapi bangunannya yang sudah dikenakan Pajak Bangunan karena memang PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) bukan hanya Pajak atas tanah.

Dr. H. Alimuddin, S.H., M.H., M.Kn yang juga Ketua Pembina Yayasan dan Universitas Megarezky Makassar menambahkan, jadi seharusnya Dinas terkait  mensosialisasikan kepada organ pemerintahan terdepan yaitu Camat, Kelurahan dan Kepala Desa agar Camat dan Lurah/Kepala Desa melakukan sosialisasi kepada masyarakat lebih awal terhadap pengenaan Pajak Bangunan di dalam PBB agar masyarakat tidak kaget atas pembayaran PBB yang kelihatan melonjak di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum membaik, apalagi masalah beban pembiayaan masuk kategori sangat sensitif.

Foto Ilustrasi obyek pajak tanah dan bangunan

Daerah yang menaikkan PBB di Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bone. Kenaikan tarif PBB di Jeneponto kisaran 400 hingga 600 persen sementara di kabupaten Bone kenaikannya sekitar 300 persen. Meski ke-2 daerah ini pada akhirnya membatalkan kenaikan PBB tersebut dan kembali menggunakan PBB tahun sebelumnya.

Berita terkait

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Bogor-Spektroom : Rudy Susmanto, melakukan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 bersama Kepala BPS Kabupaten Bogor di kediamannya, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. " Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk memperoleh data yang

Asmari, Buang Supeno
Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno