Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit
Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi.
Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat mengalami masa stagnan dalam beberapa tahun terakhir.
Penunjukan Dolly tidak hanya dipandang sebagai pergantian struktur kepengurusan, tetapi juga sebagai momentum penting untuk melakukan konsolidasi dan pembenahan menyeluruh di tubuh organisasi sepak bola daerah.
Publik sepak bola setempat menaruh harapan besar agar kepemimpinannya mampu menghadirkan sistem yang lebih terarah, terutama dalam pembinaan usia dini dan penguatan kompetisi lokal.
Meski relatif baru dalam sorotan publik sepak bola daerah, Dolly dihadapkan pada tantangan besar: mengembalikan kejayaan sepak bola Bukittinggi yang pernah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil talenta berbakat di Sumatera Barat. Nama-nama seperti Gusnedi Adang, Hendra Susilo, hingga Asmawi Jambak masih menjadi simbol masa kejayaan yang kini ingin dihidupkan kembali.
Sebelumnya, pada 2022, sepak bola Bukittinggi sempat mencatat prestasi membanggakan dengan menjuarai Liga 3 Sumatera Barat (kini Liga 4). Namun setelah itu, geliat pembinaan dan kompetisi dinilai kembali meredup, sehingga membutuhkan dorongan baru dari kepemimpinan yang solid.
Tokoh olahraga Bukittinggi, Suharnel, menilai bahwa langkah awal yang harus dilakukan kepengurusan baru adalah membangun sistem pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi usia dini menjadi kunci utama dalam mencetak pemain berkualitas di masa depan.
“Pembinaan harus dimulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Kompetisi rutin di setiap jenjang pendidikan perlu digerakkan kembali agar bakat-bakat muda bisa terpantau sejak awal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya merangkul seluruh elemen sepak bola di daerah, mulai dari pelatih, klub lokal, hingga para mantan pemain, untuk membangun kembali ekosistem sepak bola yang solid dan berkesinambungan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, kehadiran Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono kini menjadi simbol harapan baru. Publik menanti langkah nyata yang akan ia ambil untuk memastikan sepak bola Bukittinggi tidak hanya bangkit secara organisasi, tetapi juga kembali berprestasi di level regional maupun nasional.( Rita)