Bupati Dharmasraya Terharu Saksikan 390 Siswa Mulai MPLS di Sekolah Rakyat
Dharmasraya–Spektroom : Momen dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Sumatera Barat, menjadi peristiwa penuh haru bagi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Sebanyak 390 siswa dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2 resmi memulai perjalanan pendidikan berasrama di sekolah yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto tersebut, Jumat (31/7/2026).
Di hadapan ratusan siswa yang tampak antusias mengikuti MPLS, Annisa mengaku tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, langkah-langkah kecil para peserta didik itu menjadi simbol keberhasilan perjuangan panjang Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Saya melihat langkah-langkah kecil anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Mereka kini memiliki kesempatan untuk tumbuh sejajar, cerdas bersama, dan menggapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh," ujar Annisa.
Lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 yang berada di kawasan Pulau Sawah, Sungai Kambut, Pulau Punjung, mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam waktu singkat. Jika dua bulan lalu kawasan tersebut masih berupa hamparan tanah, kini telah berdiri kompleks pendidikan lengkap dengan gedung-gedung modern dan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya memiliki nilai pekerjaan mencapai Rp244,32 miliar, menjadikannya salah satu proyek pendidikan strategis di Sumatera Barat.
Di balik berdirinya sekolah tersebut tersimpan proses panjang yang tidak mudah. Annisa mengungkapkan bahwa selama berbulan-bulan dirinya harus menyusun proposal, membangun komunikasi dengan berbagai kementerian, hingga berkali-kali terbang ke Jakarta untuk memperjuangkan agar Dharmasraya ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
"Program ini menunjukkan cita-cita besar negara untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2," katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta seluruh pihak yang turut mendukung proses pembangunan sekolah tersebut.
Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menerima 390 peserta didik yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, yakni:
268 siswa dari Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, 1 siswa tingkat SD dari Kabupaten Padang Pariaman; dan 1 siswa tingkat SMP dari Kota Bukittinggi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, Sumatera Barat memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh nasional, pemikir, dan pahlawan bangsa. Karena itu, ia optimistis Sekolah Rakyat akan menjadi tempat lahirnya generasi unggul masa depan.
"Melalui Sekolah Rakyat ini, anak-anak Sumatera Barat bisa menjadi apa pun yang mereka cita-citakan. Saya yakin dari sekolah ini akan lahir generasi-generasi hebat yang akan mengharumkan nama Sumatera Barat dan NKRI," ujar Mahyeldi.
Ia juga menyebut program tersebut sejalan dengan nilai-nilai keteladanan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sehingga menurutnya patut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. (Ris1)