Panen Perdana Padi Gogo, Waiyomar Diproyeksikan Jadi Lumbung Padi Kota Ambon
Ambon-Spektroom: Kelompok Tani (Poktan) Waiyomar, Dusun Seri, Desa Urimesing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mulai menunjukkan potensi sebagai kawasan pengembangan pangan lokal. Setelah dikukuhkan oleh Raja Negeri Urimesing Fellix Audhy Tisera, S.Pi., pada 30 Mei 2026, kelompok tani tersebut sukses melakukan panen perdana padi gogo, Selasa (15/9/2026).
Panen perdana ini merupakan hasil program Demplot (Demonstration Plot) atau lahan percontohan budidaya padi gogo di atas lahan seluas 0,5 hektare. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Pemerintah Negeri Urimesing, Tim Penggerak PKK, serta pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian.
Ketua Tim Penggerak PKK Negeri Urimesing, Ny. An Tisera Amalo, menyampaikan kebanggaannya terhadap hasil yang dicapai Poktan Waiyomar.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi hasil kerja kaum bapak, tetapi juga melibatkan kaum ibu dan remaja putri yang aktif dalam kegiatan pertanian.
“Ini menjadi kebanggaan kita bersama karena pertanian tidak hanya dikerjakan oleh kaum bapak, tetapi ibu-ibu dan remaja putri juga ikut berperan,” ujarnya usai panen perdana.
Ia menegaskan, pengembangan padi gogo menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

PPemerintah Negeri Urimesing, lanjutnya, juga memiliki komitmen untuk terus mengembangkan kawasan Waiyomar hingga mampu menjadi lumbung padi di Kota Ambon.
“Waiyomar kami harapkan dapat berkembang menjadi lumbung padi Kota Ambon,” tegasnya.
Panen perdana tersebut turut dihadiri PPL Kementerian Pertanian Kota Ambon, Tim Penggerak PKK Negeri Urimesing, unsur Polsek Nusaniwe, staf Pemerintah Negeri Urimesing, Kepala Dusun Seri Glend Wattimena, serta perangkat RT/RW setempat.
Sementara itu, Ketua Poktan Waiyomar Dusun Seri, Ronald Wattimena, mengatakan hasil dari program demplot menjadi modal penting untuk memperluas pengembangan padi gogo.
Ia menyebutkan, saat ini kelompoknya tengah menggarap lahan seluas sekitar 3 hektare di kawasan hutan Asewang untuk pengembangan padi gogo pada musim tanam kedua yang direncanakan berlangsung November 2026.
“Setelah melihat hasil dari demplot ini, kami sedang mempersiapkan pengembangan di lahan sekitar tiga hektare. Rencananya mulai ditanam pada musim tanam kedua November mendatang,” kata Ronald.
Pengembangan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperluas sentra produksi padi gogo di Negeri Urimesing sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan lokal di Kota Ambon. (Yan.L)