Aksi "Reformasi Jilid 2" Ternoda Mobil SUV Mewah hingga Besan Jenderal

Aksi "Reformasi Jilid 2" Ternoda Mobil SUV Mewah hingga Besan Jenderal
Konferensi pers pernyataan sikap BEM Bersatu di Jakarta, Selasa (16/6/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Jakarta - Spektroom : Gerakan demonstrasi bertajuk "Reformasi Jilid 2" yang mengusung narasi "Menuju Indonesia Bangkrut" kini diwarnai keprihatinan baru. Alih-alih murni sebagai penyambung lidah rakyat, aksi mahasiswa belakangan ini diduga kuat telah disusupi oleh agenda politik praktis 2029 maupun sisa-sisa persaingan Pilpres masa lalu.

Kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu. Mereka mengimbau seluruh elemen mahasiswa di kota - kota besar mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Medan untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh agenda terselubung elite politik yang haus kekuasaan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (16/6/2026), Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, memaparkan sejumlah temuan lapangan yang cukup mencengangkan. Menurutnya, terdapat dukungan logistik mewah bagi koordinator lapangan aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan penelusuran aliansi, mobil tersebut diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni. Siapakah dia? Siti Nuraeni diketahui merupakan adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Nama Letjen Setyo Sularso sendiri merupakan besan dari Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh yang dikenal sebagai tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 lalu.

Tak hanya sebatas fasilitas kendaraan, BEM Bersatu juga menyoroti aktivitas Tiyo Ardianto di luar mimbar orasi. Penelusuran aliansi menunjukkan bahwa Tiyo sempat hadir dalam sebuah forum dialog di Bandung. Menariknya, forum tersebut juga dihadiri oleh Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso beserta deretan tokoh kritis lainnya.

Bagi BEM Bersatu, fakta-fakta ini mengindikasikan adanya jejaring terorganisir yang mencederai kemurnian pergerakan mahasiswa. Terlebih, mereka menilai Program MBG yang menyasar langsung gizi masyarakat luas justru dijadikan sasaran penolakan.

Sebagai penutup pernyataan sikapnya, BEM Bersatu menegaskan kembali posisi mereka sebagai garda terdepan penjaga moral bangsa. Mereka dengan tegas menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa.

Pihaknya mendesak agar gerakan mahasiswa kembali ke khittahnya sebagai penyambung lidah rakyat, bukan menjadi alat politik dari purnawirawan militer maupun politisi yang tengah bersiap memperebutkan kekuasaan menuju 2029.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," pungkas Rahmat Djimbula tegas.

Berita terkait

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat upaya perlindungan anak melalui pengembangan mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK), termasuk anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Penguatan tersebut dibahas Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT, Irjen

Rafles
ссс