Aktifitas PWRI Sumbar 2025: Konsolidasi, Rayakan HUT dan Peduli Korban Banjir

Aktifitas PWRI Sumbar 2025: Konsolidasi, Rayakan HUT dan Peduli Korban Banjir
Trio pimpinan PWRI Sumbar (dari kanan ke kiri) Ketua Syafrizal Ucok, Sekretaris Hendrinal dan Bendahara Abdul Gafar. (Foto: Humas PWRI Sumbar)

Spektroom - Dalam tahun 2025 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumbar berhasil melaksanakan konsolidasi pengurus di tingkat kabupaten/kota.

Sampai akhir tahun 2025, dari 19 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, hanya tinggal empat daerah lagi yang belum terbentuk DPD PWRI, yaitu Kab. Padang Pariaman, Kab. Sijunjung, Kab. Solok Selatan dan Kota Solok.

Demikian evaluasi organisasi akhir tahun 2025 yang disampaikan oleh Ketua PWRI Provinsi Sumbar Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah di Kantor PWRI Provinsi Sumbar Komplek Gedung Wanita Rohana Kudus, Kota Padang, Jum'at (2/1/2026).

Dalam menyampaikan ekspose PWRI Provinsi Sumbar tahun 2025 ini, Ketua Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah didampingi Ketua Harian Drs. Asnol Amri, MM., Sekretaris Drs. Hendrinal dan Bendahara Drs. Abdul Gafar, MM.

Menurut Syafrizal Ucok, dalam rangka meneruskan konsolidasi dan pembinaan organisasi, PWRI Provinsi Sumbar akan menuntaskan pembentukan DPD PWRI kabupaten/kota yang belum terbentuk pada semester pertama tahun 2026 ini.

"Dalam tahun 2025 kami telah pula mengukuhkan dua Organisasi Pensiunan Instansi (OPI) yaitu OPI Universitas Andalas dan OPI Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar," tambah Syafrizal Ucok, yang merupakan Wabup Pessel 2005-2010 dan pesiunan pejabat Pemprov Sumbar.

Dalam rangka HUT PWRI ke-63 telah dilakukan peringatan HUT oleh PWRI Provinsi Sumbar dengan acara jalan sehat dan resepsi, PWRI Kota Padang, PWRI Kota Pariaman, PWRI Kabupaten Agam I, PWRI Kabupaten Agam II dan PWRI Kabupaten Tanah Datar.

Sehubungan dengan HUT ke -63 tersebut telah dilakukan anjangsana ke PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar dan menyerahkan bantuan berupa kursi roda, wolker, tongkat, uang tunai dan makanan ringan.

Kegiatan Kerta Wredatama yg merupakan bahagian dari PWRI telah dilakukan sebanyak 8 kali. Kemudian PWRI Sumbar juga dipercayakan meluncurkan buku otobiografi dua tokoh pamong senior Sumbar yaitu otobiografi H. Zainal Bakar, SH (Mantan Gubernur Sumbar) dan otobiografi Drs. Aristo Munandar Dt. Bagindo Kayo (Mantan Bupati Agam) di Auditorium Gubernuran.

Dijelaskan oleh Ketua Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah, dalam rangka kegiatan sosial peduli terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor, PWRI Sumbar telah menyerahkan bantuan uang Rp11,7 juta yang dibagikan masing-masing Rp150.000/KK di Kelurahan Tabing Banda Dalam, Kota Padang berikut bantuan pakaian layak pakai.

Kemudian PWRI Provinsi Sumatera Barat juga dipercayakan oleh PB PWRI mendistribusikan bantuan bencana alam berupa uang Rp20 juta dan pakaian layak pakai, yang disalurkan ke Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan. (RRE/Rel)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti