Aminah Syafa’ah Raih Gelar Doktor PAI, Angkat Modernisasi Pendidikan Hijamah Berbasis Bukti

Aminah Syafa’ah Raih Gelar Doktor PAI, Angkat Modernisasi Pendidikan Hijamah Berbasis Bukti
Primovenda Aminah Syafa'ah saat menjelaskan disertasinya dihadapan tim penguji sidang Doktor,foto spektroom/As, selasa (28/8/2026)

Jakarta-Spektroom: Primovenda Aminah Syafa’ah resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) setelah mempertahankan disertasinya berjudul “Modernisasi Pendidikan Hijamah (Bekam) Berbasis Bukti dalam Sistem Kesehatan Nasional” dalam sidang promosi doktor di Aula Masjid Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta (UIJ), Selasa (18/8/2026).

Disertasi tersebut menjadi salah satu syarat untuk memperoleh gelar doktor. Dalam penelitiannya, Aminah mengkaji konsep modernisasi pendidikan hijamah melalui integrasi landasan syariah, bukti ilmiah, kurikulum berbasis kompetensi, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, sertifikasi profesi, serta regulasi kesehatan nasional.

“Hasil penelitian menunjukkan konsep modernisasi pendidikan hijamah dikonstruksi melalui integrasi landasan syariah, bukti ilmiah, kurikulum berbasis kompetensi, keselamatan pasien nasional, pencegahan dan pengendalian infeksi, sertifikasi profesi, serta regulasi kesehatan nasional,” ujar Aminah seusai menerima tanda kelulusan dari Rektor UIJ, Selasa (18/8/2026)..

Doktor Aminah Syafa'ah ketika menerima tanda kelulusan dari rektor universitas IsIam Jakarta (18/8/2026)

Menurut Aminah, implementasi pendidikan hijamah dilakukan melalui pembelajaran teori dan praktik. Materinya mencakup penilaian bukti ilmiah, skrining klinis pasien, penerapan prosedur operasional standar, serta penggunaan alat steril dan sekali pakai.

Selain itu, modernisasi pendidikan hijamah juga mencakup dokumentasi tindakan, evaluasi kompetensi, hingga mekanisme rujukan medis.

“Modernisasi pendidikan tersebut berfungsi memperkuat kompetensi keilmuan klinis, syariah, dan profesional terapis sekaligus meningkatkan standardisasi, akuntabilitas, dan mutu pelayanan hijamah,” katanya.

Aminah mengatakan modul yang dikembangkan dalam penelitian tersebut menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme terapis. Ia menilai modernisasi pendidikan hijamah dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap bekam sebagai pelayanan kesehatan komplementer yang aman, berbasis bukti, sesuai syariah, dan mendukung sistem kesehatan nasional.

Rektor UIJ Prof. Raihan mengatakan penelitian mengenai hijamah perlu terus dikembangkan melalui sosialisasi dan pengujian ilmiah. Menurut dia, bekam berpotensi menjadi salah satu pilihan pengobatan komplementer di tengah kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

“Disertasi modernisasi hijamah merupakan alternatif pengobatan yang harus disosialisasikan dan diujikan secara terus-menerus. Mungkin akan menjadi salah satu pengobatan masyarakat, di mana jumlah dokter medis mungkin tidak sebanding dengan jumlah penduduk,” kata Prof. Raihan.

Ia menambahkan, pengobatan yang memiliki nilai-nilai Islam, termasuk hijamah, perlu didorong melalui penelitian ilmiah sehingga memiliki dasar yang lebih kuat dalam praktik kesehatan.

“Memang ada beberapa penelitian empiris bahwa hijamah atau bekam itu bisa menurunkan gula darah, kolesterol, rasa nyeri. Namun, ini belum kuat. Hal ini perlu dukungan dari pemerintah sebagai salah satu pengobatan alternatif dengan nilai budaya dan nilai Islam,” ujarnya.

Sidang promosi doktor tersebut melibatkan tim penguji yang terdiri atas enam profesor. Salah satunya adalah penguji eksternal, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam sidang tersebut, Aminah Syafa’ah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Pendidikan Agama Islam. Ia tercatat sebagai lulusan doktor ke-97.

Promosi doktor ini menandai capaian akademik Aminah sekaligus memperkuat kajian pendidikan hijamah yang berupaya mempertemukan nilai-nilai syariah dengan pendekatan ilmiah, kompetensi profesional, serta standar keselamatan dalam pelayanan kesehatan.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti