Anggota Komisi XII DPR Cornelis Soroti Stunting hingga Larangan Pernikahan Dini

Anggota Komisi XII DPR Cornelis Soroti Stunting hingga Larangan Pernikahan  Dini
Saat Reses anggota Komisi XII DPR RI Cornelis kunjungi 5 desa di kabupaten Landak Kalimantan Barat. Foto: Admin Komisi XII.

Landak - Spektroom : Anggota Komisi XII DPR RI, Cornelis, turun langsung menemui warga di 5 dusun Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Kamis (06/08/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, mantan Gubernur Kalbar itu membawa sejumlah pesan yang disebutnya sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Di hadapan masyarakat Dusun Pak Garek, Sidas, Pasir, Simpang Pasir, dan Bajamu, Cornelis menyoroti 4 isu yang dinilai menjadi tantangan serius di daerah, yakni stunting, kesehatan ibu hamil, pernikahan dini, dan kebersihan lingkungan.

Dalam dialog,, Cornelis secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak menikahkan anak pada usia terlalu muda. Kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

“Jangan menikah muda. Kalau terlalu muda, fisik dan mental belum siap. Dampaknya bukan hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada anak yang akan dilahirkan,” kata Cornelis di hadapan warga.

Isu stunting juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Cornelis menegaskan kualitas generasi masa depan sangat ditentukan sejak masa kehamilan. Karena itu, ia meminta ibu hamil memperhatikan asupan gizi dan menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet berlebihan.

Ia mendorong konsumsi makanan bergizi seperti sayuran, ikan, telur, dan daging, serta menekankan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) setelah bayi lahir.

Selain kesehatan keluarga, Cornelis juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat. Persoalan sanitasi masih menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan anak dan kualitas hidup masyarakat desa.

Tak hanya berbicara soal kesehatan, Cornelis turut mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga. Setiap rumah tangga memiliki peran dalam menjaga ketersediaan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan pertanian yang dimiliki.

Mari manfaatkan tanah pekarangan untuk menanam sayur, buah-buahan, atau tanaman pangan lainnya. Jangan ada lahan yang dibiarkan kosong. Desa harus mampu mandiri pangan.

Ketahanan pangan menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian global yang berdampak pada sektor ekonomi dan distribusi pangan. Desa perlu mengoptimalkan potensi lokal agar tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah.

Berita terkait

Anggota DPRD Diduga Bawa 3 Kg Emas, Diamankan Ditreskrimsus Polda Kalbar

Anggota DPRD Diduga Bawa 3 Kg Emas, Diamankan Ditreskrimsus Polda Kalbar

Pontianak-Spektroom : Penangkapan seorang pria berinisial MA alias Ari yang diduga membawa sekitar tiga kilogram emas mentah oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat memicu sorotan publik. Pasalnya, MA disebut-sebut merupakan oknum anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Fraksi Partai Golkar. Ari diamankan aparat Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar pada

Apolonius Welly, Rafles
Pantau PLTU Asam Asam Ombudsman Kalsel Harap Perbaikan Selesai Lebih Cepat

Pantau PLTU Asam Asam Ombudsman Kalsel Harap Perbaikan Selesai Lebih Cepat

Tanah Laut, Kalsel-Spektroom : Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima terkait pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Siaran Pers Ombudsman Kalsel yang diterima Rabu (5/8/2026) menyebutkan Hadi Rahman, selaku Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), beserta Tim Pemeriksaan melakukan peninjauan

Junaidi, Afrizal Aziz