TMMD ke-130 Sawahlunto Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida

TMMD ke-130 Sawahlunto Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida
TMMD ke-130 Sawahlunto Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung Hibrida. (Foto: Dok. Humas DKP3)

Sawahlunto-Spektroom : Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tingkat Kota Sawahlunto tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda nonfisik yang disiapkan melalui penanaman jagung hibrida di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi.

Persiapan kegiatan tersebut mulai dimatangkan pada Selasa (22/9/2026) melalui pengawalan pengolahan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi penanaman. Batu Tanjung merupakan satu dari tiga desa yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD ke-130 di Sawahlunto, selain Desa Tumpuk Tangah dan Desa Datar Mansiang.

Kegiatan pengolahan lahan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih bersama jajaran Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Kepala UPTD BP3, personel TNI Angkatan Darat, Koordinator BPP Kecamatan Talawi, Penyuluh Pertanian WKPP Desa Batu Tanjung serta petani pemilik lahan.

Kepala DKP3 Sawahlunto Heni Purwaningsih menekankan agar pengolahan lahan dilakukan sesuai kaidah teknis budidaya jagung. Langkah awal tersebut dinilai penting karena kualitas persiapan lahan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman hingga masa panen.

“Pengolahan lahan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan mengikuti anjuran teknis budidaya jagung, sehingga pertumbuhan tanaman nantinya dapat optimal sampai panen,” ungkap Heni.

Menurut dia, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup diukur dari terlaksananya penanaman. Tahapan budidaya setelah tanam juga membutuhkan perhatian agar kegiatan yang melibatkan pemerintah, TNI dan masyarakat tersebut memberikan hasil yang nyata bagi petani.

Selain aspek teknis pertanian, DKP3 juga meninjau kesiapan lokasi untuk agenda seremonial penanaman jagung yang menjadi bagian dari rangkaian puncak kegiatan TMMD ke-130. Penataan lokasi, termasuk lay out dan kebersihan area kegiatan, menjadi perhatian dalam persiapan tersebut.

Keterlibatan petani pemilik lahan menjadi bagian penting dalam program ini. Sebab, setelah kegiatan seremonial berakhir, keberlanjutan tanaman tetap membutuhkan pengelolaan dan pendampingan di tingkat lapangan.

TMMD ke-130 di Sawahlunto sendiri menempatkan tiga desa sebagai wilayah sasaran. Kehadiran program ketahanan pangan diharapkan dapat melengkapi pembangunan fisik dengan kegiatan yang menyentuh aspek ekonomi produktif masyarakat.

Penanaman jagung hibrida juga membuka ruang bagi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan petani. Tantangannya adalah memastikan program tidak berhenti pada seremoni penanaman, melainkan berlanjut hingga pemeliharaan, panen dan pemanfaatan hasil produksi.

Dengan demikian, indikator keberhasilan kegiatan ketahanan pangan TMMD bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi juga seberapa baik tanaman tumbuh, produktivitas yang dihasilkan serta manfaat ekonominya bagi masyarakat Desa Batu Tanjung. (Ris1)

Berita terkait