Trending

Angin Kencang Robohkan Tiang Bendera Penurunan Merah Putih di Darit Terhenti

Angin Kencang Robohkan Tiang Bendera Penurunan Merah Putih di Darit Terhenti
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Lapangan Bola Sri Lima, Desa Darit, saat prosesi penurunan Sang Merah Putih tengah berlangsung. Tiang bendera tumbang diterjang angin kencang. Foto: Spektroom .

Landak - Spektroom : Prosesi penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Bola Sri Lima, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Senin (17/8/2026), mendadak berubah menjadi kepanikan.

Hujan deras disertai angin kencang menerjang saat prosesi penurunan bendera tengah berlangsung. Kondisi tersebut memaksa petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) menghentikan tugas demi keselamatan seluruh peserta.


Sebelumnya, suasana di lapangan berlangsung khidmat. Warga dari berbagai penjuru desa memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian penutup peringatan HUT ke-81 RI.


Namun, dalam hitungan menit, awan gelap menggantung di atas Darit. Angin bertiup semakin kencang sebelum hujan deras mengguyur lapangan. Tenda tamu undangan mulai bergoyang. Umbul-umbul berkibar liar, sementara sejumlah dekorasi panggung berderak diterpa angin. Situasi semakin genting ketika tiang bendera tumbang diterjang angin kencang.


Peristiwa itu sontak membuat warga, peserta upacara, dan tamu undangan berhamburan mencari tempat aman. Prosesi penurunan bendera pun tidak dapat dilanjutkan.


Panitia memprioritaskan keselamatan warga di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem. Sejumlah warga terlihat membantu anak-anak dan lanjut usia mencari tempat perlindungan dari hujan serta terpaan angin. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.


Kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas kegiatan, di antaranya tenda yang roboh, atribut peringatan yang rusak, serta tiang bendera yang patah akibat diterjang angin. Sebagai langkah antisipasi, aliran listrik di sebagian wilayah Desa Darit juga sempat dipadamkan sementara untuk mengurangi risiko akibat cuaca buruk.


Hingga malam hari, kondisi berangsur normal. Panitia bersama warga melakukan pembersihan lapangan sekaligus mendata sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan. Insiden tersebut menjadi pengingat rangkaian perayaan kemerdekaan tetap harus memperhitungkan faktor keselamatan dan kondisi cuaca.


Meski prosesi penurunan bendera terhenti, semangat warga Darit memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia tidak ikut padam. Tiang bendera boleh tumbang diterjang badai, tetapi semangat kemerdekaan warga Darit tetap berdiri tegak.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto