Angkutan Barang KAI Daop 5 Purwokerto Tembus 690 Ribu Ton pada Semester I 2026

Angkutan Barang KAI Daop 5 Purwokerto Tembus 690 Ribu Ton pada Semester I 2026
Angkutan semen masih menjadi komoditas terbesar pada semester pertama tahun 2026, dengan volume 375.920 ton. (Foto : Humas KAI Daop 5 Pwt).

Purwokerto – Spektroon : PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mencatat kinerja positif pada layanan angkutan barang selama Semester I tahun 2026.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, volume angkutan barang mencapai 690.704 ton, meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 684.483 ton.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis kereta api yang dinilai memiliki kapasitas angkut besar, aman, efisien, dan tepat waktu.

"Angkutan barang melalui kereta api terus menjadi pilihan berbagai pelaku usaha karena mampu menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan," ujar As'ad, Sabtu (18/7/2026).

Selama enam bulan pertama tahun ini, angkutan semen masih menjadi komoditas terbesar dengan volume 375.920 ton, disusul BBM dan avtur sebanyak 300.405 ton. Selain itu, KAI Daop 5 juga mengangkut 10.050 ton pupuk dan 4.329 ton komoditas retail.

Menurut As'ad, berbagai komoditas tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan kelancaran distribusi logistik nasional. Untuk menjaga pertumbuhan layanan, KAI Daop 5 terus meningkatkan keselamatan perjalanan, keandalan sarana dan prasarana, serta kelancaran operasional.

Keandalan layanan juga tercermin dari capaian On Time Performance (OTP) angkutan barang. Selama Semester I 2026, ketepatan waktu keberangkatan kereta barang mencapai 99,40 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan tercatat 97,60 persen.

"Ketepatan waktu merupakan salah satu faktor penting dalam layanan logistik. Kami terus menjaga keandalan operasional agar distribusi barang dapat berlangsung aman, lancar, dan sesuai jadwal," kata As'ad.

Selain mendukung efisiensi distribusi barang, penggunaan kereta api sebagai moda logistik juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Peralihan angkutan barang dari jalan raya ke jalur rel dinilai mampu mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalan, menekan risiko kecelakaan, sekaligus membantu menurunkan emisi karbon melalui sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

KAI Daop 5 Purwokerto menegaskan akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas layanan angkutan barang serta mendukung kelancaran distribusi logistik nasional secara berkelanjutan.