Arsip Jaga Ingatan Kalbar Tatap Masa Depan

Arsip Jaga Ingatan Kalbar Tatap Masa Depan
Gubenur Kalimantan Barat Ria Nursan mengatakan melalui arsip, memori itu akan tetap hidup, menjaga identitas daerah sekaligus menjadi kompas menatap masa depan.Foto: Adpin Pemprov Kalbar

Pontianak - Spektroom : Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan zaman yang bergerak cepat, sebuah ruang sunyi di Kota Pontianak justru mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga jejak masa lalu.

Di Galeri dan Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Barat, Kamis (13/8/2026), ratusan pengunjung berkumpul dalam pembukaan Pameran Kearsipan dan Gelar Kapasitas Daerah yang mengusung tema “Koleksi Memori dan Urban Oasis”.

Di balik deretan dokumen tua, foto-foto bersejarah, dan arsip yang tersimpan rapi, terselip kisah panjang perjalanan Kalimantan Barat. Arsip-arsip itu bukan sekadar lembaran kertas yang menguning dimakan usia, melainkan saksi bisu perjuangan, pembangunan, serta dinamika kehidupan masyarakat yang membentuk identitas daerah hingga hari ini.

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dan dihadiri unsur Forkopimda, instansi pemerintah, komunitas budaya, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran pemangku kepentingan menunjukkan menjaga sejarah bukan hanya tugas arsiparis, melainkan tanggung jawab bersama.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mewakili Kapolda Foto : Bud Humas Polda Kalbar

Di antara para tamu yang hadir, Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono bersama Wadirpolairud Polda Kalbar AKBP Harris B. Simbolon turut menyaksikan bagaimana arsip mampu menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Menurut Bambang, pelestarian sejarah dan budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat perlu terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga keamanan, mendukung pembangunan, serta melestarikan sejarah dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Bagi sebagian pengunjung, pameran ini menghadirkan nostalgia. Foto-foto lama tentang Pontianak dan berbagai wilayah Kalbar membawa mereka kembali mengenang cerita keluarga, kampung halaman, hingga perubahan wajah daerah dari masa ke masa.

Bagi generasi muda, pameran menjadi ruang belajar yang memperlihatkan sejarah bukan sekadar catatan dalam buku pelajaran, melainkan kisah nyata yang membentuk kehidupan mereka saat ini.

Gubernur Ria Norsan mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan kerja nyata dan kontribusi bagi daerah. Ia menegaskan perjuangan pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa untuk bangsa harus diteruskan melalui pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Di tengah peringatan bulan kemerdekaan, pameran ini menjadi pengingat sebuah daerah tidak hanya dibangun oleh gedung, jalan, atau infrastruktur. Kalimantan Barat juga dibangun oleh ingatan kolektif masyarakatnya. Melalui arsip, memori itu tetap hidup, menjaga identitas daerah sekaligus menjadi kompas untuk menatap masa depan.

Berita terkait

Tak Mau Jadi Pasar Saja, Pemerintah Bidik Kuasai 5 Lapisan Ekosistem AI Mulai Energi hingga Aplikasi

Tak Mau Jadi Pasar Saja, Pemerintah Bidik Kuasai 5 Lapisan Ekosistem AI Mulai Energi hingga Aplikasi

Yogyakarta-Spektroom : Pemerintah menegaskan Indonesia tidak ingin selamanya menjadi pengguna teknologi kecerdasan artifisial. Targetnya adalah naik kelas menjadi pemain yang diperhitungkan dalam pengembangan AI di tingkat global. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan strategi itu saat menghadiri acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/

Rafles