Anggota DPR Cornelis Sidak Pabrik Sawit di Landak Soroti Limbah hingga Gizi Pekerja
Landak - Spektroom : Anggota Komisi XII sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., melakukan inspeksi langsung ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dalam rangka kunjungan kerja pengawasan, 11–13 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menyasar 3 perusahaan besar, yakni PT GRS, PT PBL, dan PT MKS.
Cornelis tidak hanya memeriksa proses produksi, tetapi juga menyoroti aspek yang selama ini kerap menjadi perhatian publik, yakni pengelolaan limbah industri dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Politikus senior asal Kalimantan Barat itu menegaskan industri kelapa sawit harus mematuhi seluruh ketentuan lingkungan hidup dan memastikan aktivitas operasional tidak merugikan masyarakat maupun merusak ekosistem.
“Investasi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Jangan sampai kegiatan industri memberikan dampak negatif terhadap kualitas air, tanah, maupun kehidupan masyarakat di sekitar perusahaan,” tegas Cornelis saat meninjau fasilitas pengolahan limbah perusahaan.
Selain melakukan pengawasan terhadap aspek lingkungan, Cornelis juga membawa pesan yang lebih luas terkait pembangunan sumber daya manusia. Ia meminta perusahaan menghadirkan kelompok rentan yang berada di lingkungan kerja, seperti ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki anak balita, serta lanjut usia.
Momentum itu dimanfaatkan Cornelis untuk membagikan bantuan telur dan minyak goreng kepada keluarga pekerja. Langkah itu disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program peningkatan gizi masyarakat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.
Pemenuhan gizi yang baik, khususnya pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak, menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak harus mendapatkan asupan yang cukup agar tumbuh kembang mereka optimal. Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya produksi atau kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Perusahaan juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pekerja, keluarga pekerja, dan masyarakat sekitar. Industri kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Namun, pertumbuhan harus dibarengi dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.