Atasi Ketimpangan Dokter Spesialis, 5 Perguruan Tinggi Jateng, DIY Buka 33 Progdi Baru
Spektroom – Lima Universitas besar di wilayah Jawa Tengah dan DIY secara bersama meluncurkan puluhan Program Studi (Prodi) baru Dokter Spesialis dan Subspesialis di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ( Kamis, 12 /02/ 2026 ) .
Langkah kolaboratif ini diambil sebagai upaya konkret untuk memecahkan persoalan kekurangan serta ketimpangan distribusi dokter spesialis di Indonesia.
Dalam sambutan peluncuran Rektor UNS, Prof. Hartono, mengungkapkan saat ini enam puluh persen dokter spesialis masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga guna mengejar target nasional, lima perguruan tinggi UNS, UGM, UNDIP, UNSOED, dan UII bersinergi membuka total tiga puluh tiga prodi baru guna mempercepat produksi tenaga medis ahli di berbagai bidang vital.
"Peluncuran prodi baru ini adalah langkah konkret untuk mendukung program strategis Bapak Presiden dalam rangka mencukupi kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis secara nasional. Kami berkomitmen mendidik dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh untuk mengabdi di pelosok," ujar Prof. Hartono
Penambahan Progdi, menurut Prof. Hartono juga merupakan kebersamaan untuk membahas efisiensi biaya pendidikan serta komitmen bersama dalam memberantas praktik perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan kedokteran.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang turut hadir menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan program kesehatan gratis bagi masyarakat.
Tantangan berat di lapangan di mana satu dokter puskesmas seringkali harus mengampu hingga dua puluh desa, sehingga layanan kesehatan spesialis sangat sulit dijangkau warga di pelosok.
"Kebutuhan dasar masyarakat Jawa Tengah yang prioritas saat ini adalah kesehatan. Kami memiliki program Spesialis Dokter Keliling atau 'Spelling' untuk menyentuh desa-desa terpencil, namun itu tidak cukup jika jumlah dokternya sendiri masih sangat terbatas," Jelas Ahmad Lutfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap lulusan dari prodi baru ini dapat segera terdistribusi ke daerah-daerah yang selama ini minim sentuhan tenaga ahli sehingga sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan atau collaborative government dipandang sebagai kunci utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat hingga ke tingkat desa tercapai.
Progdi yang dibuka untuk UNS 10 prodi baru, UNDIP 15 prodi, UGM 6 prodi, sementara UNSOED dan UII masing-masing menambah 1 prodi spesialis. (Dan)