Bakaru Nagari, Warisan Budaya Tak Benda yang Terus Dihidupkan Warga Kajai

Bakaru Nagari, Warisan Budaya Tak Benda yang Terus Dihidupkan Warga Kajai
Tokoh adat dan masyarakat mengikuti tradisi Bakaru Nagari sebagai wujud syukur dan pelestarian adat.(Foto : Riswan).

Spektroom – Masyarakat Desa Balai Batu Sandaran, Kenagarian Kajai, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kembali melaksanakan tradisi tahunan Bakaru Nagari, Kamis (12/2/2026). Tradisi ini digelar menjelang Bulan Suci Ramadan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Bakaru Nagari telah resmi dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional pada 2025. Pengakuan tersebut menegaskan posisi tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sawahlunto yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan, Bakaru Nagari juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga sebelum memasuki bulan penuh berkah. Kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah desa dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai agama dan adat salingka nagari yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.

Rangkaian acara diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, alim ulama, pemuda, hingga kaum ibu. Tradisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar memahami sejarah dan adat istiadat nagari.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Sawahlunto, yakni Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Drs. Guspriadi, M.M., Camat Barangin Irma Mulyadi, SSTP., M.M., serta jajaran kecamatan dan para pemuka adat.

Kehadiran unsur pemerintah menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal yang telah diakui secara nasional.

Penutupan Bakaru Nagari dimeriahkan dengan atraksi Silek Tuo dan Bapuo yang diperagakan para pemangku adat dari berbagai suku di Desa Balai Batu Sandaran. Silek Tuo, sebagai seni bela diri tradisional Minangkabau, sarat nilai filosofi tentang etika, kehormatan, dan pengendalian diri, sementara Bapuo mencerminkan kekayaan ekspresi budaya yang diwariskan turun-temurun.

Melalui pelaksanaan Bakaru Nagari 2026, masyarakat Desa Balai Batu Sandaran menegaskan komitmen menjaga tradisi leluhur di tengah arus modernisasi. Tradisi ini diharapkan terus menjadi penguat identitas budaya sekaligus perekat sosial masyarakat Sawahlunto, khususnya di Kecamatan Barangin. (Ris1).

Berita terkait

Kemenkum Sumbar Lantik Empat Pejabat Fungsional Analis Kekayaan Intelektual, Alpius Tekankan Perlindungan KI di Sumbar

Kemenkum Sumbar Lantik Empat Pejabat Fungsional Analis Kekayaan Intelektual, Alpius Tekankan Perlindungan KI di Sumbar

Padang-Spektroom : Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelantikan dan pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat NonManajerial di Aula Pengayoman, Senin (29/6/2026). Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumbar, Alpius Sarumaha secara langsung melantik 4 (empat) pejabat fungsional, terdiri dari satu pejabat

Rafles
Pemkot Sawahlunto Terima 500 Mushaf Al-Qur'an dari PBKM DKI Jakarta, Disalurkan ke TPQ, Rumah Tahfidz, dan Masjid

Pemkot Sawahlunto Terima 500 Mushaf Al-Qur'an dari PBKM DKI Jakarta, Disalurkan ke TPQ, Rumah Tahfidz, dan Masjid

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto menerima bantuan 500 mushaf Al-Qur'an dari Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembelajaran Al-Qur'an di tengah masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Balai Kota Sawahlunto dan diterima oleh Sekretaris

Riswan Idris, Rafles
Ada yang Berbeda di KAI Daop 6 Yogyakarta, Schooliday Hadir Temani Liburan Anak di Stasiun Lempuyangan

Ada yang Berbeda di KAI Daop 6 Yogyakarta, Schooliday Hadir Temani Liburan Anak di Stasiun Lempuyangan

Yogyakarta – Spektroom Ada yang berbeda di masa liburan sekolah tahun ini di lingkungan KAI Daop 6 Yogyakarta. Untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi pelanggan, KAI Daop 6 menghadirkan program Schooliday di Stasiun Lempuyangan yang ditujukan khusus bagi anak-anak dan keluarga yang akan bepergian menggunakan kereta api. Melalui program

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Ketahanan Keluarga Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045, Gubernur Sumbar Dorong Perda Segera Diimplementasikan

Ketahanan Keluarga Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045, Gubernur Sumbar Dorong Perda Segera Diimplementasikan

Padang–Spektroom : Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan mempercepat implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga agar mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat

Riswan Idris, Rafles