Budaya

Panggung Inklusi "Solo Menari 2026", Tampilkan Penari Disabilitas dan Lansia

Budaya

Panggung Inklusi "Solo Menari 2026", Tampilkan Penari Disabilitas dan Lansia

Surakarta – Spektroom: Perhelatan Solo Menari 2026 menghadirkan panggung inklusif dengan melibatkan penari dari kalangan disabilitas dalam tari kolosal bertajuk “Aku Kipas”. Kegiatan yang digelar di kawasan Titik Nol Kota Solo atau depan Balai Kota Surakarta, Rabu petang (29/4/2026), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Sekitar 70 penyandang disabilitas

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
“Aku Kipas” Warnai Solo Menari 2026, Ribuan Penari Ramaikan Titik Nol Kota Solo

Budaya

“Aku Kipas” Warnai Solo Menari 2026, Ribuan Penari Ramaikan Titik Nol Kota Solo

Surakarta – Spektroom: Kawasan Titik Nol Kota Solo, Rabu petang (29/4/2026), berubah menjadi panggung spektakuler tari kolosal bertajuk “Aku Kipas” dalam ajang Solo Menari 2026 sekaligus memperingati Hari Tari Dunia. Ribuan penari yang mengenakan kostum bernuansa putih, hitam, dan merah, tampil memukau dengan membawa kipas berwarna-warni. Gerakan yang serempak,

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Ratna Busana, Konsisten Lestarikan Wastra Nusantara dan Edukasi Perempuan

Budaya

Ratna Busana, Konsisten Lestarikan Wastra Nusantara dan Edukasi Perempuan

Surakarta – Spektroom: Komunitas perempuan pecinta busana daerah dan nasional, Himpunan Ratna Busana Surakarta, terus menunjukkan peran aktif dalam melestarikan budaya sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kekayaan wastra Nusantara. Organisasi ini juga berkomitmen mengenalkan pakem busana tradisional kepada generasi muda, serta menggaungkan kecintaan terhadap budaya Indonesia di tengah arus modernisasi. Wakil Ketua

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Menyusuri Sunyi Hutan Adat, Krisantus Kurniawan Dengar Denyut Jiwa Dayak di Situs Keramat Raja Mawikng

Budaya

Menyusuri Sunyi Hutan Adat, Krisantus Kurniawan Dengar Denyut Jiwa Dayak di Situs Keramat Raja Mawikng

Landak - Spektroom - Di tengah rimbunnya hutan adat yang masih terjaga di pedalaman Kabupaten Landak, langkah kaki Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menembus gelap malam demi memenuhi panggilan masyarakat adat. Tujuannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan sebuah perjalanan batin menuju situs keramat Raja Mawikng—ruang sakral yang hidup

Apolonius Welly, Buang Supeno