Merawat Keberagaman Lewat Kirab Bhineka Gandekan, Wali Kota Solo Beri Apresiasi Langsung
Surakarta – Spektroom: Kirab Bhineka Gandekan 2026 tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi lokal yang ada di masyarakat Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
Kirab yang mendapat sambutan meriah warga ini tampil berbeda dengan konsep yang lebih atraktif, dinamis dan kreatif.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi hadir melepas peserta sekaligus menyaksikan jalannya kirab hingga selesai. Meski tidak memberikan sambutan resmi, Respati menunjukkan perhatian khusus terhadap kegiatan tersebut.
Ia beberapa kali terlihat menyapa warga yang memadati tepi jalan serta memberikan aplaus setiap peserta yang tampil di depan panggung kehormatan.
Bahkan, wali kota juga beberapa kali turun dari panggung untuk berjabat tangan dan berfoto bersama peserta kirab sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat warga dalam melestarikan budaya.
Ketua Pokdarwis Gandekan, Redy Manata, mengatakan Kirab Bhineka tahun ini hadir dengan konsep baru yang lebih hidup, kreatif dan memberikan ruang lebih luas bagi peserta untuk menampilkan identitas serta potensi kampung masing-masing.
“Tahun ini kirab hadir dengan wajah baru yang lebih hidup. Kami memberi ruang bagi setiap peserta untuk menampilkan kreativitas dan identitas kampungnya,” ujarnya.

Menurut Redy, Kirab Bhineka ke-11 tahun 2026 melibatkan sekitar 1.300 peserta yang berasal dari sembilan RW, enam lembaga, sejumlah instansi pemerintah, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) se-Kecamatan Jebres.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berupa arak-arakan, setiap kontingen tahun ini diberi kesempatan tampil selama lima menit di depan panggung kehormatan untuk menampilkan pertunjukan terbaik mereka.
“Ini bisa menghadirkan pengalaman yang lebih menarik bagi penonton karena setiap peserta dapat menampilkan tarian, musik, teatrikal, hingga atraksi budaya yang sarat makna. Jadi kami memberi ruang perform, sehingga masyarakat bisa menikmati setiap penampilan secara lebih maksimal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Bhineka Gandekan XI, Dwi Anton Setiawan, menjelaskan kegiatan tahun ini mengusung tema “Kuncaraning Budaya, Jumbuh Ing Rasa, Nyawiji Ing Karsa”. Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat Gandekan dalam menjaga keberagaman sekaligus memperkuat persatuan.
Rangkaian kegiatan Kirab Bhineka Gandekan XI, telah dimulai sejak 16 hingga 25 Mei 2026 melalui Festival Bandar Penjajan dan Pagelaran Seni Kampung di kawasan bantaran Kali Pepe serta .
Selain itu juga digelar ritual Umbul Mantram atau Umbul Donga di Pertigaan Danusaputran sebagai doa bersama untuk memohon kelancaran, keselamatan, dan kemakmuran bagi seluruh warga.
“Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya merayakan keberagaman budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa nilai-nilai kebhinekaan, persatuan, dan keguyuban masih terjaga kuat di tengah kehidupan masyarakat perkotaan,” ucapnya.