Balala’ Pantang Nagari Berakhir, DAD Landak Panjatkan Doa untuk Keselamatan dan Kemakmuran
Landak, Spektroom – Ritual adat Balala’ Pantang Nagari yang dilaksanakan serentak di Kabupaten Landak, Kubu Raya, dan Mempawah resmi berakhir pada Sabtu (06/06/2026).
Penutupan ritual yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Dayak tersebut berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjadi momentum doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan kemakmuran masyarakat.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Heri Saman, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan ritual adat yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Dayak hingga saat ini.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga seluruh elemen masyarakat.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian Balala’ Pantang Nagari dapat berjalan dengan baik.
Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak, Forkopimda, jajaran TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh organisasi kemasyarakatan yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan berlangsung aman dan tertib,” ujar Heri Saman, Sabtu sore.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ritual dimulai saat penutupan saka pada Jumat (05/06/2026) pukul 18.00 WIB dan berakhir dengan pembukaan saka (persimpangan)pada Sabtu (06/06/2026) pukul 18.00 WIB.
Selama masa pantang tersebut, masyarakat menjalankan berbagai ketentuan adat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur sekaligus upaya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
Dalam kesempatan itu, Heri Saman juga memanjatkan doa kepada Jubata atau Tuhan Yang Maha Kuasa agar masyarakat Kabupaten Landak senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang berlimpah.
Doa khusus juga dipanjatkan bagi para petani yang tengah memasuki berbagai tahapan aktivitas pertanian.
“Semoga seluruh masyarakat diberikan kesehatan, dijauhkan dari segala penyakit, serta dilancarkan rezekinya.
Khusus bagi masyarakat yang menjalankan usaha pertanian, semoga hasil panennya melimpah dan membawa kesejahteraan,” katanya.
Didampingi Ketua DAD Kecamatan Ngabang Cahyatanus dan Iptu Yulius Kartono, Heri Saman turut mendoakan masyarakat di tiga kabupaten yang melaksanakan Balala’ Pantang Nagari, yakni Landak, Kubu Raya, dan Mempawah, agar terhindar dari berbagai musibah dan ancaman penyakit.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus adat dan masyarakat yang berpartisipasi menjaga kelancaran ritual.
Menurutnya, keberlangsungan Balala’ Pantang Nagari menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat Dayak dalam merawat warisan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.
Menutup pernyataannya, Heri Saman kembali mengingatkan filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, yakni “Adil ka Talino’, Bacuramin ka Saruga’, Basengat Ka Jubata”, yang mengandung pesan tentang keadilan, kebajikan, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.(Hy/Apw)