Panglima Besar Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Masa Bakti 2026-2031 Dikukuhkan
Tanjungpinang, Spektroom – Dato Wira Setia Utama Endy Maulidi dikukuhkan sebagai Panglima Besar Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau (Kepri) masa bhakti 2026-2031.
Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Hari Pratamura serta Wakil Walikota Tanjungpinang Raja Ariza menghadiri pengukuhan Hulubalang LAM Kepri di Balai Adat Indra Sakti Taman Gurindam-12 Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).
Prosesi Pengukuhan di tandai dengan pemasangan pakaian kebesaran adat berupa tanjak, keris dan tongkat komando oleh Ketua LAM Kepri Raja Al-Hafiz, menjadi simbol amanah dan tanggung jawab dalam menjaga marwah adat Melayu di Bumi Segantang Lada.
Pada kesempatan itu Gubernur Ansar Ahmad mengatakan Kepri merupakan salah satu rumah besar masyarakat rumpun Melayu di Indonesia. Berdasarkan data Kependudukan , suku Melayu menjadi kelompok etnis terbesar di Propinsi Kepri dengan jumlah sekitar 652.929 jiwa atau 29,97% dari total penduduk.
Ditengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi masyarakat Melayu menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan nilai nilai budaya dan indentitas kemalayuan yang menjadi jati diri daerah.
“Lembaga Adat Melayu memiliki peran strategis dalam menggali, memelihara, membina dan mengembangkan nilai nilai adat serta budaya Melayu Kepulauan Riau sebagai upaya mewujudkan pepatah Tak Kan Melayu Hilang di Bumi,” ujar Gubernur Kepri.
Ia mengungkapkan dalam temadun Melayu, Hulubalang bukan sekedar simbol keberanian, melainkan sosok yang menjunjung tinggi amanah, menjaga kehormatan negeri serta menujadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Hulubalang memiliki poisi terpenting sebagai lambang kesetian kepada negeri, keberanian menegakkan kebenaran serta kebijaksanaan dalam menjaga keseimbangan antara Adat, syariat dan kehidupan sosial masyarakat,” ungkapnya.

Mengutip Petuah Melayu, kata Ansar, bukan Hulubalang karena kerisnya, bukan pula karena kuat tangannya, tetapi Hulubalang karena teguh amanahnya, lurus budinya dan tinggi marwahnya.
Gubernur mengingatkan Kepri merupakan salah satu peradaban Melayu yang telah melahirkan banyak ulama, pemikir, sastrawan dan pemimpin besar yang pengaruhnya masih di rasakan hingga saat ini.
Dikatanya warisan paling berharga yang harus terus dijaga bukan hanya peninggalan sejarah, melainkan nilai nilai luhur yang menjadi pedoman hidup masyarakat melayu.
"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan bathin, melimpahkan kebijakan dalam setiap langkah, serta menjadikan saudara saudara sebagai penjaga marwah adat dan kebanggaan masyarakat Melayu Kepulauan Riau,” mengakhiri sambutannya.
Pengukuhan Hulubalang Lam Kepri berdasarkan Surat Keputusan LAM Propinsi Kepulauan Riau nomor 2/LAM Kepri/IV/2026 tertanggal 9 Mei 2026.