Ayah Teladan di Kampung KB Bibinoi, Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Ayah Teladan di Kampung KB Bibinoi, Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
Ayah Teladan antar anak ke Posyandu (Foto:BKKBN Malut)

Halsel–Spektroom : Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Bibinoi di Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, menunjukkan praktik baik dalam implementasi Program Desa/Kelurahan Ayah Teladan (DEKAT) sepanjang tahun 2026.

Program yang diinisiasi oleh Pokja Kampung KB Bibinoi bersama pemerintah desa ini menjadi langkah strategis dalam menjawab fenomena fatherless, yakni kondisi minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Penyuluh KB Mahir, Alfonsina Corneles, menjadi narahubung utama dalam mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Melalui pendekatan lintas sektor, Kampung KB Bibinoi mengadaptasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dengan menghadirkan inovasi berbasis komunitas, seperti gerakan “Sapa Ayah” dan Gerakan Ayah Mengantar Anak (GEMA) ke Posyandu.

Program ini mendorong perubahan paradigma di masyarakat, di mana ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir secara aktif dalam pengasuhan, pendidikan, serta perkembangan emosional anak.

“Selama ini, pengasuhan lebih banyak dibebankan kepada ibu. Melalui program ini, kami ingin mengajak para ayah untuk terlibat langsung dalam tumbuh kembang anak,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, dimulai dari identifikasi masalah, sosialisasi, hingga implementasi kegiatan melalui diskusi lintas sektor dan edukasi pola asuh positif. Kegiatan GEMA Posyandu menjadi salah satu intervensi utama, di mana para ayah dilibatkan langsung dalam pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Hasilnya kehadiran ayah dalam kegiatan Posyandu meningkat signifikan, disertai perubahan perilaku dalam pengasuhan di lingkungan keluarga.

Hingga April 2026, tercatat sebanyak 78 ayah telah terpapar program GATI melalui Menu DEKAT, melampaui target minimal keterlibatan ayah di tingkat desa.
Secara kualitatif, perubahan juga tampak pada meningkatnya komunikasi dalam keluarga, kedekatan emosional antara ayah dan anak, serta kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam membentuk karakter anak.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Puskesmas, kader Posyandu, PKK, tokoh agama, hingga unsur TNI/Polri yang turut menjadi teladan dalam praktik pengasuhan.

Meski demikian, program ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kuatnya budaya yang menempatkan pengasuhan sebagai tanggung jawab ibu, serta keterbatasan waktu ayah akibat pekerjaan.

Ke depan, Kampung KB Bibinoi berencana membentuk komunitas “Ayah Peduli Bibinoi” sebagai wadah konsolidasi dan penguatan peran ayah dalam keluarga. Program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Berita terkait

Windi Marlini Pimpin DWP NTB, Tekankan Peran Istri ASN sebagai Penopang Integritas

Windi Marlini Pimpin DWP NTB, Tekankan Peran Istri ASN sebagai Penopang Integritas

Mataram-Spektroom : Ketua DWP NTB Windi Marlini menegaskan peran strategis anggota DWP sebagai pendamping Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam menjaga integritas dan profesionalisme suami dalam menjalankan tugas pelayanan publik. “Sebagai istri ASN, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis. Dukungan dari rumah menjadi energi bagi

Marsam Putrangga, Julianto