Badan Penanggulangan Bencana Daerah: 132 KK Terdampak di Tiga Kecamatan, 111 Warga Sempat Mengungsi
Jember-Spektroom : Bencana banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Jember, yakni Kecamatan Rambipuji, Panti, dan Kaliwates, pada Senin (2/3/2026) malam. Laporan perkembangan terakhir disampaikan pada pukul 23.50 WIB dengan total terdampak sebanyak 132 kepala keluarga atau 453 jiwa.
Dari jumlah tersebut, terdapat kelompok rentan yang terdiri atas 20 balita/bayi, 22 lansia, serta satu ibu hamil. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga mengakibatkan tiga rumah mengalami rusak ringan dan dua fasilitas umum terdampak, yaitu Musholla Sabilil Muttaqien serta PAUD Pendidikan Satrian.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo kepada Spektroom, Selasa (3/3/2026) menjelaskan, secara rinci, di Kecamatan Rambipuji banjir berdampak pada Desa Rambigundam, Desa Rambipuji, dan Desa Gugut. Di Desa Gugut tercatat dampak paling besar dengan 45 KK atau 170 jiwa terdampak di Dusun Krajan RT 03 RW 11, termasuk satu rumah rusak ringan akibat tembok dapur roboh. Sementara itu, di Desa Rambipuji beberapa dusun seperti Kidul Pasar, Krajan, Kaliputih, dan Gudang Karang turut terdampak dengan puluhan kepala keluarga.
Di Kecamatan Kaliwates, Kelurahan Jember Kidul (Kampung Ledok) terdampak 30 KK atau 90 jiwa, sedangkan di Kelurahan Kepatihan terdapat dua rumah yang bagian belakangnya tergerus banjir dan satu keluarga sempat mengungsi. Sebanyak 111 jiwa sempat mengungsi di tiga titik pengungsian yang berada di wilayah Kecamatan Rambipuji, yakni Mushola P. Sutari (93 jiwa), Mushola H. Taib (12 jiwa), serta Rumah Eka di Kaliputih (6 jiwa). Namun berdasarkan laporan pukul 22.00 WIB, seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan aman. Menurut Edy Budi S, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat sejak pukul 13.30 WIB hingga 20.30 WIB yang menyebabkan peningkatan debit di Sungai Dinoyo, Kaliputih, Badean, dan Kalijompo. Sekitar pukul 18.30 WIB, air sungai meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian 40–70 cm disertai lumpur berwarna coklat. Dalam penanganannya, BPBD bersama Muspika, TNI/Polri, PMI, Dinsos, perangkat desa, Destana, Tagana, relawan, dan warga melakukan koordinasi serta asesmen di lokasi terdampak. Distribusi logistik dilakukan berupa tambahan gizi, matras, selimut, serta dukungan dapur mandiri di Desa Gugut yang menerima bantuan sembako APBD dan provinsi, lauk pauk, makanan siap saji, kompor, hingga peralatan masak dan kebersihan.
Dinsos juga menyalurkan bantuan di Desa Rambipuji, sementara Destana membagikan 200 nasi bungkus kepada warga terdampak. Pembersihan rumah warga dilakukan secara gotong royong dan penanganan di dalam rumah telah selesai. “Kondisi terkini dilaporkan banjir telah surut dan hujan reda. Warga telah kembali ke rumah masing-masing serta melakukan pembersihan mandiri, meskipun di Desa Gugut masih terdapat lumpur di halaman rumah,” paparnya.
BPBD berencana mendistribusikan tandon air untuk kebutuhan air bersih di Desa Gugut serta melakukan kerja bakti penanganan longsor di Gunung Pasang bersama Destana dan warga.
Rekomendasi yang disampaikan antara lain meneruskan laporan kepada dinas terkait untuk penanganan pasca bencana, distribusi logistik lanjutan, pembersihan fasilitas umum, serta pemantauan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi kejadian susulan. (Budi S)