Bagi Ria Norsan, Target IPM Tak Boleh Tanpa Beban

Bagi Ria Norsan, Target IPM Tak Boleh Tanpa Beban
Gubernur Kalbar Ria Nursan menegaskan pada forum konsultasi Publik untuk Rencana Kerja Pemprov Kalbar 2027. (Foto: Adpim Pemprov Kalbar)

Spektroom – Di tengah forum resmi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak saja bicara angka, ada hal yang lebih mendasar.

Bagi Norsan, target IPM Kalbar yang dipatok di kisaran 73,11 pada 2027 terasa terlalu rendah.

Evaluasi Kinerja Provinsi Kalimantan Barat .Foto : Adpim pemprov kalbar

Bukan karena Kalbar tak mampu, melainkan karena sejak awal, standar yang dipasang sudah minim.

“Permasalahannya bukan karena ketinggalan IPM-nya, tetapi target kita yang saya lihat rendah sekali,” ujarnya saat konsultasi publik di Pontianak, Jumat (20/02/2026).

Di Kalimantan Timur, target IPM 2027 sudah berada di kisaran 85 hingga 89. Sementara Kalbar, kata Norsan, masih bermain aman.

Jika angka 73 itu tercapai, secara administratif memang terlihat sukses. Tapi secara perbandingan regional, Kalbar tetap tertinggal.

Di balik kritiknya terhadap angka, Norsan justru berbicara tentang wajah-wajah di desa.

Tentang anak-anak yang belum menamatkan SMA. Tentang orang tua yang tak sempat mengenyam pendidikan menengah.

Menurutnya, persoalan IPM bukan hanya soal kebijakan di meja rapat provinsi atau kabupaten, melainkan tentang akses nyata di tingkat desa dan kecamatan.

“Masih banyak masyarakat di desa yang belum menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA,” katanya.

Dari sanalah ia ingin pembangunan dimulai. Bersama Wakil Gubernur, Norsan mendorong pendekatan yang lebih membumi: memperkuat pendidikan kesetaraan melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Pemerintah provinsi juga akan menggandeng sekolah-sekolah maju di kabupaten dan kota untuk membuka akses belajar bagi mereka yang sempat tertinggal.

Baginya, menaikkan IPM bukan sekadar mengejar ranking, tetapi mengangkat kualitas hidup warga.

IPM sendiri mencerminkan tiga dimensi utama: pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Ketika target dipasang rendah, semangat untuk berlari pun ikut merendah.

Norsan berharap lima tahun ke depan, Kalbar tak lagi puas berada di papan tengah.

Dirinya ingin IPM provinsi ini setidaknya mendekati, bahkan melampaui capaian provinsi lain di Kalimantan.

Soal target yang dianggap terlalu rendah itu, ia memastikan akan membahasnya lebih lanjut bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baginya, perencanaan pembangunan harus progresif dan terukur bukan sekadar aman di atas kertas.Sebab pada akhirnya, kata Norsan, yang dipertaruhkan bukan hanya angka statistik, tetapi masa depan generasi Kalbar.

Berita terkait

Polres Tabalong Lakukan Pengamanan dan Pelayanan Aksi Simbolik September Hitam HMI Cabang Tanjung

Polres Tabalong Lakukan Pengamanan dan Pelayanan Aksi Simbolik September Hitam HMI Cabang Tanjung

Tabalong-Kalsel–Spektroom : Polres Tabalong melaksanakan pengamanan dan pelayanan kegiatan Aksi Simbolik September Hitam yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalsel. Kegiatan Sabtu, (19/9/2026) diikuti 50 peserta melibatkan HMI Cabang Tanjung, BEM STIA Tabalong dan BEM STIT Syekh Nafis Tabalong. Kegiatan dipimpin oleh Koordinator

Junaidi, Bian Pamungkas
Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Perairan Kepulauan Loloda dan Morotai di Maluku Utara

Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Perairan Kepulauan Loloda dan Morotai di Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara empat hari ke depan mulai tanggal 20 - 23 September 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Marini Zahrina Ismah Albaar dalam releasenya

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
ссс