Bagi Umat Katolik, Kenaikan Yesus Kristus Miliki Makna Spiritual Yang Mendalam
Palembang - Spektroom: Kenaikan Isa Almasih merupakan hari raya umat Kristiani yang diperingati setiap hari ke-40 setelah Paskah sebagai momen kebangkitan Yesus Kristus.
Perayaan misa ekaristi Kenaikan Isa Al Masih, "Hari Raya Kenaikan Tuhan" Gereja Katedral Santa Maria Palembang dipimpin Pastor Paroki R.D Markus Edi Sucipto, Kamis, 14 Mei 2026.
Bagi umat Katolik, Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna spiritual yang mendalam. Peristiwa ini sebagai awal dari janji turunnya Roh Kudus pada Hari Pentakosta, yang menjadi penguat iman dan pendamping hidup umat Katolik.
"Hari ini kita merayakan Yesus yang naik ke surga. Yesus memberikan pesan perpisahan. Tetapi sebenarnya itu bukan perpisahan untuk selama-lamanya bahwa Yesus tidak akan menyertai kita, hilang dari kita semua" ujar Pastor Paroki R.D Markus Edi Sucipto, dalam homilinya.
Peristiwa kenaikan Yesus ke surga ini, terus Romo Markus, inilah puncak dari karya keselamatan Allah. Allah yang hadir ke dunia, akhirnya menderita sengsara wafat bangkit.
Selama 40 hari, Yesus menampakkan diri memberikan peneguhan, memberikan kekuatan kepada para muridnya, para rasul agar mereka percaya bahwa Yesus itu betul-betul sang Mesias yang dicanjikan untuk menyelamatkan dunia.
"Dan dengan peristiwa kenaikan itulah Yesus dimuliakan. Dia naik ke surga, jelas bahwa karya Yesus secara fisik di dunia ini secara kemanusiaannya sudah tidak akan dilaksanakan. Tetapi dengan cara yang lain bukan kehadirannya sebagai manusia seperti ketika dia mewartakan Injil kabar sugacita tetapi dengan cara yang lain" ucap Romo Markus di kanal YouTube Katedral Santa Maria Palembang.
Romo Markus Edi Sucipto melanjutkan, Yesus naik ke surga untuk menyiapkan tempat bagi umatNya yang percaya. Maka kita diajak bagaimana membuka pikiran hati kita apakah kita betul-betul memiliki iman kepercayaan kepada Yesus.
Romo juga menguraikan, ketika umat manusia memiliki iman itu, itulah Yesus naik ke surga untuk menyiapkan tempat bagi umatNya dan dia duduk di sebelah kanan Bapa.
Mengapa? Dialah yang akan menjadi hakim bagi kita semua. Memberikan tempat bagi kita yang cocok bagi kita sesuai dengan apa yang telah kita laksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu akhirnya Yesus memberikan kekuatan baru bagi kita yakni roh kudus.
"Roh kudus itulah yang menerangi kita mendampingi kita alah hadir dalam kehidupan kita melalui rohnya yang menuntun kita semua. Dan akhirnya Yesus mengutus para murid Yesus mengutus kita semua. Kita semua diutus untuk baptis, mereka jadikanlah segala bangsa muridku baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus" urai Romo Markus diakhir Homilinya.(@Ng).