Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045
210 Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Jember peserta pembekalan Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045, Selasa (15/09/2026) (Foto Bakesbangpol Jember)

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menyikapi perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang dalam kesempatan ini diwakili Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Syamsu Rijal, S.H., M.H., saat memberikan materi dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKK PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Ahmad Zaenuri Kampus Universitas Muhammadiyah Jember, Selasa (15/09/2026).

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Syamsu Rijal, S.H., M.H., saat memberikan materi dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKK PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Ahmad Zaenuri Kampus Universitas Muhammadiyah Jember, Selasa (15/09/2026).

Materi diberikan kepada 210 mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Jember. Mengangkat tema “Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045”, Syamsu mengajak mahasiswa memahami bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas pilihan, karya, dan kepedulian generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami Indonesia secara utuh di tengah derasnya arus informasi digital. Apa yang muncul di beranda media sosial, kata dia, bukanlah cermin utuh dari kondisi Indonesia.

“Beranda kita bukan cermin utuh Indonesia. Algoritma memilih apa yang membuat kita berhenti, bukan apa yang paling penting bagi kehidupan bersama,” ungkapnya.

Syamsu menjelaskan, berdasarkan Sensus Penduduk 2020, sebanyak 27,94 persen penduduk Indonesia merupakan Generasi Z, yakni mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012. Besarnya jumlah tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab.

Generasi Z dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Namun, pengaruh besar tersebut sangat bergantung pada mutu pilihan, karya, serta kepedulian terhadap kehidupan bersama. Dalam konteks itu, wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membaca diri, memahami perbedaan, serta melihat kepentingan bersama dalam satu perspektif kebangsaan.

Syamsu mengajak mahasiswa merenungkan tiga pertanyaan mendasar, yakni “Siapa kita? Apa yang menyatukan? dan Apa peran saya?”

Indonesia, lanjutnya, terdiri atas warga dengan beragam identitas, mulai dari daerah, agama, bahasa hingga komunitas. Namun seluruh perbedaan tersebut dipersatukan oleh kesepakatan hidup bersama, hukum, serta cita-cita keadilan dan kemanusiaan.

Semangat Bhinneka Tunggal Ika, menurut Syamsu, tidak berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, persatuan harus mampu memberikan ruang bagi perbedaan dengan tetap menjaga martabat manusia, menaati aturan, dan mencari titik temu.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap perilaku mahasiswa di ruang digital. Setiap unggahan, komentar, maupun tindakan memberikan informasi dinilai ikut membentuk suasana kehidupan kebangsaan.

Berita terkait

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Jakarta - Spektroom :  Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen memperkuat peran koperasi dalam mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sinergi kelembagaan dan kemitraan usaha yang terintegrasi. “Langkah ini dijalankan untuk memastikan hasil laut dinikmati secara

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Jakarta — Spektroom : Menkop meminta seluruh pengurus KDKMP Panerusan Wetan dan koperasi di Banjarnegara untuk segera bersiap menyambut tiga langkah konkret Kemenkop. Langkah pertama mencakup sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasionalisasi unit usaha KDKMP di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Selasa ( 15/9/2026) membahas  hasil kunjungan

Nurana Diah Dhayanti
Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Jember-Spektroom : Kepala SMPN 2 Jember, Heru Wahyudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila nilai-nilai yang diperoleh siswa di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan di luar sekolah. “Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Budi Sucahyono, Julianto