Bangun Generasi Peneliti Muda, Fakultas Psikologi UIN Malang Gulirkan Hibah Riset 2026

Bangun Generasi Peneliti Muda, Fakultas Psikologi UIN Malang Gulirkan Hibah Riset 2026
Ketua Laboratorium Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan PKL Fakultas Psikologi, Hilda Halida (foto:ist).

Malang- Spektroom: Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggulirkan program hibah penelitian tahun 2026 sebagai upaya menumbuhkan generasi peneliti muda yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui dua skema penelitian yang melibatkan mahasiswa dan dosen, kampus berharap budaya riset tidak hanya berkembang di ruang kelas, tetapi juga melahirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.


Program hibah tersebut mengangkat tema "Strengthening Psychological Capital's Individual and Community in Times of Digital Disruption and Global Crisis." Tema itu dipilih untuk menjawab tantangan psikologis yang muncul akibat percepatan teknologi digital serta berbagai krisis global yang memengaruhi kehidupan sosial.


Fakultas Psikologi membuka Skema Penelitian Kompetitif Mahasiswa bagi mahasiswa Program Studi Psikologi jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang telah atau sedang menempuh mata kuliah metodologi penelitian.

Setiap tim penelitian dapat diikuti paling banyak tiga mahasiswa.
Melalui skema ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide penelitian sejak tahap penyusunan proposal, pelaksanaan riset, analisis data, hingga menghasilkan artikel ilmiah yang layak dipublikasikan.


Di sisi lain, fakultas juga menghadirkan Skema Penelitian Kolaboratif Dosen-Mahasiswa guna memperkuat sinergi akademik. Setiap kelompok terdiri atas satu dosen dan dua mahasiswa aktif, baik mahasiswa Magister maupun mahasiswa Sarjana minimal semester empat.


Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen dinilai mampu memperkaya pengalaman akademik mereka secara langsung. Mahasiswa dapat belajar menyusun desain penelitian, melakukan pengumpulan data, menganalisis temuan, hingga menyiapkan naskah ilmiah untuk dipublikasikan.


Ketua Laboratorium Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan PKL Fakultas Psikologi, Hilda Halida, mengatakan program tersebut menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kapasitas riset mahasiswa.


"Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi produsen pengetahuan melalui penelitian yang berkualitas. Dari proses inilah mereka belajar berpikir kritis, peka terhadap persoalan sosial, dan mampu menawarkan solusi berbasis kajian ilmiah," ujar Hilda., Senin ( 15/6/2026).


Ia menegaskan, riset yang dihasilkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


"Luaran yang diharapkan tidak hanya berupa publikasi ilmiah dan HAKI, tetapi juga rekomendasi praktis yang bisa diterapkan. Penelitian akan lebih bermakna ketika hasilnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," katanya.


Seluruh penerima hibah diwajibkan menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi minimal Sinta 4. Selain publikasi, fakultas juga mendorong lahirnya luaran lain berupa Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk penguatan inovasi akademik.


Program hibah penelitian ini akan berlangsung mulai Juni hingga September 2026. Informasi mengenai mekanisme pendaftaran dan persyaratan dapat diperoleh melalui Program Studi Psikologi jenjang S1, Program Magister S2, maupun Laboratorium Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan PKL Fakultas Psikologi.


Melalui program tersebut, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memperkuat ekosistem riset kampus sekaligus melahirkan penelitian-penelitian yang inovatif, responsif terhadap tantangan zaman, dan mampu berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah era disrupsi digital dan krisis global.

Berita terkait

Anak Anak Panti Asuhan Di Solo, Khawatir Tidak Diterima Di Sekolah Negri Melalui Jalur Afirmasi Pada SPMB 2026

Anak Anak Panti Asuhan Di Solo, Khawatir Tidak Diterima Di Sekolah Negri Melalui Jalur Afirmasi Pada SPMB 2026

Solo - Spektroom : Sejumlah pengelola panti asuhan di Kota Surakarta mengeluhkan kendala administrasi dalam mendaftarkan anak asuh nya melalui jalur afirmasi SPMB 2026. Keluhan ini mencuat seiring adanya persyaratan kepemilikan Kartu Keluarga (KK) Kota Surakarta serta teknis pendaftaran yang dinilai membingungkan. Salah satunya yang dirasakan Panti Asuhan Rumah Berkah dimana

Murni Handayani