Banjir Grobogan dan Demak: Gubernur Ahmad Luthfi Prioritas Infrastruktur dan Pendidikan
Spektroom - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin rapat koordinasi penanganan banjir yang melanda wilayah kabupaten Grobogan dan Demak.
Dalam rakor yang berlangsung di Kantor Kecamatan Gubug, Selasa 17 Februari 2026, Ahmad Luthfi menegaskan prioritas penanganan tak hanya infrastruktur, tetapi juga pemulihan layanan pendidikan.
Sebanyak 26 SMA di Grobogan dan Demak terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gerak cepat memastikan kegiatan belajar tetap berjalan di tengah kondisi darurat.
"Dinas pendidikan mengintervensi 26 SMA yang terendam, termasuk SD dan SMP juga sudah dilakukan intervensi. Inventarisir dampak yang diderita warga termasuk memberikan trauma healing," ujarnya.
Selain pendidikan, pemprov mengoptimalkan distribusi bantuan logistik dan makanan bagi warga terdampak. Pendataan kerugian, termasuk potensi klaim asuransi gagal panen, juga dipercepat.
Layanan kesehatan pun telah diterjunkan melalui tenaga medis dan mobil Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke titik pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit pascabanjir.
Untuk jangka panjang, Luthfi meminta normalisasi Sungai Tuntang segera direalisasikan. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan mendapat kepastian anggaran tersedia pada 2026.
"Semoga dengan normalisasi sungai tidak terjadi banjir lagi," jelasnya.
Selanjutnya, sembari menunggu pemasangan jembatan armco, kepolisian diminta menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas yang segera disebarluaskan, karena jalan yang terputus merupakan akses utama warga dan logistik.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kementerian.
"Bencana ini adalah milik bersama. Bukan untuk saling menyalahkan melainkan saling mengisi mana peran kementerian, mana provinsi, mana kabupaten untuk mengatasi permasalahan terkait banjir ini," jelasnya.