Di Balik Gemerlap Kembang Api, Percakapan Infrastruktur Mengemuka

Di Balik Gemerlap Kembang Api, Percakapan Infrastruktur Mengemuka
Yo khai Hie bertemu kawan lama Wakil Gubernur Kalbar Krisantus malam tahun baru Imlek 2577 di Pontianak. (Foto : dok yayasan marga yo)

Spektroom - Langit Pontianak bercahaya warna-warni. Dentuman kembang api bersahutan sejak pukul 20.00 WIB hingga lewat tengah malam, menandai pesta rakyat yang tak hanya memikat mata, tetapi juga mempertemukan banyak tokoh penting di Kalimantan Barat.Senin malam (16/02/2026)

Di antara riuh tepuk tangan dan sorak warga, sejumlah pejabat daerah tampak hadir membaur.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, hingga jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat terlihat saling bersalaman, menikmati suasana kebersamaan.

Namun di sudut acara yang gemerlap itu, Founder Lavender Estate, Yo Khai Hie pengusaha properti Kalbar yang dikenal low profile terlihat berbincang hangat dengan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.

Keduanya bukan sekadar pejabat dan pelaku usaha, melainkan sahabat lama yang malam itu dipertemukan kembali dalam suasana perayaan.

Yo Khai Hie, sosok di balik tak sekadar datang sebagai tamu undangan, Ia membawa kegelisahan yang sama dengan banyak warga kota: soal infrastruktur.

Dalam perbincangan yang berlangsung cukup serius, Yo menyoroti persoalan kemacetan yang kerap terjadi di Tol Kapuas 2
jalur vital yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Menurutnya, pertumbuhan kawasan hunian dan geliat ekonomi harus diimbangi dengan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk wacana penambahan ruas tol baru untuk mendukung arus lalu lintas menuju dan dari Kota Pontianak.

“Kalau kita ingin Kalbar benar-benar menjadi gerbang perdagangan, terutama dengan adanya Pelabuhan Kijing, maka akses jalannya harus siap,” ujar Yo dalam percakapan tersebut.

Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah memang diproyeksikan menjadi simpul logistik penting di Kalimantan Barat.

Tanpa dukungan konektivitas yang memadai, potensi besar itu dikhawatirkan tidak optimal.

Bagi Yo Khai Hie, pembangunan perumahan bukan sekadar bisnis menjual hunian.

Ia melihatnya sebagai bagian dari ekosistem kota di mana jalan, pelabuhan, dan kawasan permukiman harus saling terhubung.

Pertumbuhan properti yang pesat di Pontianak, menurutnya, menjadi sinyal bahwa mobilitas warga juga akan meningkat.

Berita terkait

Sri Lestari Poernomo: Koruptor Dipenjara, Uang Negara Jangan Ikut Hilang

Sri Lestari Poernomo: Koruptor Dipenjara, Uang Negara Jangan Ikut Hilang

Makassar - Spektroom : Memidanakan koruptor tidak otomatis menyelesaikan persoalan korupsi. Ketika pelaku telah dijebloskan ke penjara, negara masih menghadapi pekerjaan penting: memastikan uang dan aset yang dikorupsi kembali ke kas negara. Pandangan itu disampaikan Sri Lestari Poernomo, SH., MH., Dosen Hukum Perdata Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Menurutnya,

Yahya Patta, Buang Supeno
Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat upaya perlindungan anak melalui pengembangan mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK), termasuk anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Penguatan tersebut dibahas Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT, Irjen

Rafles
ссс