Banjir Lumpur Terjang Glundengan Panti, Lima Rumah dan Akses Jalan Tertutup Endapan 10 Sentimeter
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Damkar dan warga melakukan pembersihan akses jalan dari material lumpur agar mobilitas masyarakat dapat kembali normal.
Jember-Spektroom : Bencana banjir disertai lumpur menerjang Dusun Glundengan, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, pada Rabu, (04/03/2026). Kejadian dilaporkan sekitar pukul 12.00 WIB setelah warga mengalami dampak sejak dini hari.
Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya lima rumah terdampak banjir lumpur, termasuk rumah milik Slamet (68) yang dihuni dua jiwa. Selain permukiman, akses jalan desa sepanjang kurang lebih 200 meter juga tertutup material lumpur dengan ketebalan antara lima hingga sepuluh sentimeter.

Berdasarkan kronologis kejadian, sekitar pukul 03.30 WIB warga mendengar suara gemuruh dari arah Sungai Kaliputih. Tidak lama kemudian, aliran sungai membawa material lumpur pekat bercampur kayu dan endapan hutan.
Pada pukul 05.20 WIB, air bercampur lumpur dari anak Sungai Kali Putih di wilayah RT 2 RW 3 meluap setelah jembatan setempat tersumbat material kayu. Luapan tersebut kemudian mengalir ke jalan raya dan masuk ke pemukiman warga, menyebabkan rumah dan halaman terdampak endapan lumpur tebal kurang lebih 10 sentimeter.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD bersama unsur Muspika, Damkar Rambipuji, perangkat desa, TNI/Polri, Destana, Tagana, relawan, dan warga melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi. Destana Desa Suci memberikan himbauan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Damkar dan warga melakukan pembersihan akses jalan dari material lumpur agar mobilitas masyarakat dapat kembali normal. Sementara itu, warga yang terdampak secara mandiri membersihkan bagian dalam rumah masing-masing dari sisa lumpur.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo kepada spektroom.co.id Rabu (04/03/2026) menjelaskan, kondisi terkini dilaporkan banjir telah surut dan hujan sudah reda. Pembersihan lumpur di akses jalan desa telah tertangani, dan aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan normal.
Menurut Edy Budi Susilo, secara umum, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali. Tindak lanjut yang direncanakan meliputi distribusi logistik bagi warga terdampak serta koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan pasca bencana.
“Selain itu, Dinas Kesehatan juga direkomendasikan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak guna mengantisipasi potensi penyakit pasca banjir, serta dilakukan pemantauan berkala untuk mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya. (Budi S)