Bank Kalsel Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Bantu Sediakan 20 Bank Sampah Bahe'mart

Bank Kalsel Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Bantu Sediakan 20 Bank Sampah Bahe'mart
Bank Kalsel mendukung program dari salah satu Pusat Daur Ulang (PDU) Skala Rumah Tangga (RT) yakni Bank Sampah Bahe'mart.(Foto Spektroom/Junaidi)

Banjarmasin-Spektroom : Dalam rangka memenuhi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Bank Kalimantan selatan (Bank Kalsel), ikut berpartisipasi dalam penyediaan tempat sampah.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel Firmansyah mengatakan, Tempat sampah botol plastik tersebut merupakan program dari salah satu Pusat Daur Ulang (PDU) Skala Rumah Tangga (RT) yakni Bank Sampah Bahe'mart dengan jumlah yang dibantu sebanyak 20 unit.

Dikatakan, tempat Sampah botol plastik tersebut diletakkan di beberapa titik yakni: 7 titik di Lembaga Pendidikan, 3 titik di Mesjid, 1 titik di Kantor Pemerintahan dan 2 titik di lingkungan RT, dimana masing-masing titik diberikan 1 atau 2 buah tempat sampah sesuai kebutuhan.

Sampai dengan saat ini, menurut Firmansyah, ada beberapa Bank Sampah di Kota Banjarmasin yang pernah dibantu melalui CSR Bank Kalsel sesuai dengan kebutuhan dari Bank Sampah masing-masing.

"Adapun Bank Sampah tersebut antara lain, Kampung Iklim Kelurahan Sungai Miai, Kampung Iklim Pelambuan dan Bank Sampah Bahe'mart Sungai Andai," katanya.

Tempat sampah ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan seperti terlihat di area halaman Mesjid Ar Rahmah yang berada di Komplek Darma Bakti Lestari, Jalan Padat Karya, Sungai Andai Banjarmasin.

Sampah gelas plastik sangat banyak dihasilkan terlihat setelah selesai buka puasa sunah Senin Malam maupun Kemis Malam. Dengan adanya Bank Sampah diharapkan akan dapat menjaga lingkungan tetap bersih, sehat dan nyaman.

Berita terkait

Dari Benih Ikan ke Ketahanan Pangan, Tangkiling Disiapkan Jadi Penggerak Perikanan Palangka Raya

Dari Benih Ikan ke Ketahanan Pangan, Tangkiling Disiapkan Jadi Penggerak Perikanan Palangka Raya

Palangka Raya-Spektroom : Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap ikan sebagai sumber pangan dan mata pencaharian pembudidaya, kawasan Tangkiling menyimpan peluang yang tidak kecil. Bukan hanya soal kolam dan produksi benih, tetapi bagaimana perikanan air tawar dapat tumbuh menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi warga. Potensi itulah yang kini hendak diperkuat Pemerintah

Polin, Rafles
ссс